Edward Showroom di Manding (Pusat Kerajinan Kulit)

Siapa yang ngaku traveler?
Siapa yang nyantumin hobi jalan-jalan di CV nya?
Pasti kalian udah pernah ke Jogja dunk. Kota yang jadi tujuan favorite warga Indonesia tercintah.

Yup, ada banyak hal seru tentang Jogja geis. Wisata seni, kuliner, dan alamnya. Semuanya komplit dan tersaji di Jogja. Alhamdulilah ya.

Kali ini, saya mau berbagi tentang salah satu spot oleh-oleh di Jogja. Hmmm, bukan Jogja sih tepatnya. Namun ada di Bantul. Namanya daerah Manding. Pusatnya kerajinan kulit di Jogja. Letaknya ada di Jl. Parangtristis. Agak jauh dari kota Jogja. Namun lumayan dekat dengan pantai selatan.
Image result for Manding bantul
Sumber: http://yogyakarta.panduanwisata.id
 
Ketika sudah masuk daerah Manding, di kanan kiri jalan akan banyak berjajar showroom kerajinan kulit: tas, sepatu, dompet, ikat pinggang, dan aneka hiasan.

Dan disini, saya mau review satu showroom yang paling ruame di Manding. Nama showroomnya adalah Edward. Terletak di kanan jalan jika dari Jl. Parangtritis.


Well, untuk kalian yang low budget, saya highly recommend you to visit showroomnya si Edward nih. Why?

Karena pertama-tama yang pasti adalah harganya bersaing dengan yang lain. Harganya murah geis jika dibandingkan dengan toko-toko lainya. That's why showroom ini showroom yang paling rame di antara yang lainya. Kedua, barang-barangnya lumayan bervariasi. Jadi, kalian bisa memilih banyak barang dari yang paling murah sampai paling mahal. Ketiga, semua barang dapat diskon. Yup, diskon maksimal 25%. Lumayan kan?

Nah, jika kalian penyuka barang kulit, semoga tempat ini cocok buat kamu ya!

Semoga bermanfaat!
Happy sharing!

Pasti Ada Maksud Di Balik Penciptaanmu, Kawan


Saya tidak tahu nama bapak yang ada di gambar di atas. Ketika saya menginap di rumah kakak saya di Gamping, Sleman, saya mendapati bapak tersebut sedang mencangkul tanah di kebun milik kakak saya. Kata kakak saya, Mbak Uli, bapak tersebut sengaja dipanggil untuk membersihkan dan mencangkul kebun mbak Uli.

"Bapake kuwi hidup sebatang kara lho Tam. Rumahnya reyot. Tapi, bapaknya kuwi pekerja keras. Sangat telaten dan bagus mengerjakan kebunku. Bapaknya juga dermawan ditengah hidupnya yang pas-pasan. Aku dikasih benih pisang lho".

Begitulah pemaparan Mbak Uli tentang bapaknya. 

Glek. Saya terasa tertampar.

Lihatlah wajah bapaknya. Sumigrah bukan? Kelihatan bahagia dan menikmati hidup bukan?

Saya kemudian ingat beberapa sikap saya beberapa waktu lalu yang banyak mengeluh tentang kondisi saya. Saya tidak menikmati moment dan tidak menikmati waktu present. Saya sibuk memikirkan hal-hal yang jauh dari diri sendiri. Saya kurang menghargai apa-apa yang sudah diberikan Allah kepada saya. Ya, nikmat masih mempunyai orang tua. Nikmat kesehatan. Nikmat dikumpulkan dengan orang-orang baik. Nikmat Islam.

Saya terlalu melihat ke atas tanpa kesadaran. Mereka yang sudah di atas pasti usahanya lebih keras lagi. Mereka yang sudah di atas pasti jatuh bangunya lebih banyak lagi. Mereka yang sudah di atas pasti banyak mengalahnya dan super ekstra kesabaranya. Jadi, sungguhlah tidak pantas jika saya mengeluh sedangkan saya belum selelah mereka. 

Ya, menjadi sadarlah Tami. Jangan putus asa. Sebab, jika putus asa, maka pintu-pintu kebaikan akan seketika tertutup oleh energi negatif yang tak jua kau musnahkan.

Ada maksud kenapa kamu diciptakan. Galilah potensi itu agar keberadaanmu bermanfaat. Genggamlah erat moto hidupmu Tami. Bahwa Ridho Allah adalah yang utama. Bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat untuk sesama. 

Semo

Kapal Api adalah Sahabat Rakyat Negeri


Namaku Tami. Aku adalah anak seorang petani. Ibu dan bapakku tinggal di sebuah desa kecil di kabupaten Klaten. Desaku adalah desa yang masih asri dan sejuk. Banyak sawah yang terhampar luas. Banyak pepohonan besar ataupun kecil yang memenuhi setiap pekarangan-pekarangan penduduk. Tidak banyak ditemui lalu lintas padat di jalanan sehingga tidak banyak polusi udara. Maklum saja, kebanyakan penduduk desa masih menggunakan transportasi sederhana untuk menjangkau satu tempat ke tempat yang lainya. Ya, jalan kaki dan sepeda adalah andalanya.

Selain kondisi demografi yang masih sangat kental dengan karakteristik desanya, penduduk di desaku juga masih merepresentasikan penduduk desa yang sesungguhnya. Dari sisi mata pencahariannya, hampir seluruh mata pencaharian para warga adalah petani. Mereka menanam padi dan palawija: jagung dan kacang. Mereka gemar menghabiskan hari-hari mereka di sawah untuk memastikan tanaman yang mereka tanam tumbuh dengan baik. Selain itu, mereka juga senang berkumpul dengan para petani lainya untuk sekedar duduk bersama, berbincang, dan wedangan1. Dari sisi budaya masyarakatkanya, bapak-bapak dan pemuda masih aktif untuk ronda. Ketika ada masalah di desa, cepat-cepat seluruh warga bersua untuk bermusyawarah. Dari remaja hingga orang tua, semua mempunyai paguyubanya masing-masing. Jika ada satu warga yang mempunyai acara, seluruh warga dengan gegap gempita membantu secara sukarela. Jika ada yang sedang terkena musibah, keluarga meninggal atau sakit, pintu-pintu segera saling diketuk untuk membantu warga yang terkena musibah. Mereka tidak mengenal waktu ketika sudah menyangkut masalah hajat hidup orang banyak. Pagi sampai malam pun penduduk desa dengan sukarela memberikan tangan-tanganya untuk membantu sesama. Melihat fakta-fakta yang ada, aku sempat membuat kesimpulan sederhana bahwa orang desa itu suka kebersamaan. Orang desa suka akan perkumpulan.

Tak jarang, ketika aku pulang ke desa, aku sering mendapati momen-momen perkumpulan itu. Perkumpulan yang tidak banyak perdebatan. Perkumpulan yang tidak mementingkan kepentingan diri sendiri. Perkumpulan yang membahagiakan satu sama lain. Perkumpulan yang saling mentransfer energi semangat satu ke yang lainya. Aku pun terkadang juga terlibat di dalamnya. Bukan sebagai peserta tentunya, sebab perkumpulan di desa kebanyakan adalah kaum adam. Aku sering diminta bantuan untuk menyiapkan accecoris perkumpulan tersebut (red: makanan dan minuman). Jika tidak sampai larut malam atau begadang, aku biasanya hanya membuatkan teh dan snack ala kadarnya. Namun, jika sudah sampai larut malam atau hingga semalam suntuk (ronda, tetangga meninggal, menunggu sawah, tetangga punya hajatan), maka aku harus membuatkan kopi.

Ya, ternyata warga desaku adalah pencinta kopi. Ketika mereka meminta dibuatkan kopi, mereka sudah memesankan kopi apa yang akan dibuat. “Pokokmen kopine Kapal Api sik warnane ireng yo. Kui jelas luwih enak ketimbang liyane2”, ucap salah seorang warga. 

Ya, mereka memilih kopi hitam Kapal Api Bubuk Special. Tidak memakai susu dan krimmer. Cukup kopi dan gula saja. Air untuk menyeduhnya tidak boleh dari dispenser atau termos air. Aku diminta untuk memasak air hingga mendidih dahulu yang kemudian baru digunakan untuk menyeduh kopinya. Gulanya tidak banyak dan tidak sedikit. Jangan terlalu pahit dan jangan terlalu manis. Sebab, kopi hitam Kapal Api akan jelas terasa lebih enak jika cara membuatnya juga tidak sembarangan. Kualitas air dan komposisi gula sangat mempengaruhinya. 

Mereka sangat hafal dengan kopi hitam Kapal Api Bubuk Special. Kopi tersebut menjadi andalan ketika perkumpulan-perkumpulan warga desa diselenggarakan. Katanya, kopi hitam merk Kapal Api itu beda dengan yang lain. Rasanya lebih nendang. Aromanya menggoda dan membangkitkan semangat. Setiap tegukanya mampu menegakkan kepala dan membuat mata melek. Selain kualitas yang terkandung dalam kopi Kapal Api, harga yang dibandrol untuk Kopi Hitam Kapal Api cocok di kantong warga desaku.
Memang, kopi Kapal Api adalah sahabat rakyat negeri. Memang, kopi Kapal Api jelas lebih enak. 

Itu ceritaku bersama Kopi Kapal Api. Ceritamu mana? Bagi kalian yang suka nulis, Ayuk ikuti #KapalApiPunyaCerita. Sayang kan kalau cerita indahmu tidak dibagi denganku? 




 

Catatan kaki.
1. Bahasa jawa gaul yang artinya nongkrong sambil menikmati teh atau kopi.
2. Intinya, bikinlah kopi Kapal Api warna hitam ya. Kopi hitam Kapal Api lebih enak daripada kopi-kopi lainya.




Gamat VitaGel dari KLink (A Review)



Saya masih terus mencari produk yang pas di hati dan di kantong untuk wajah dan rambut saya. Setelah kemarin gagal dengan produk perawatan rambut yang juga tidak cocok (ceritanya bisa dilihat disini), saya trial and error lagi sebuah produk alami untuk wajah yang direkomendasikan oleh salah satu sahabat saya. Dia menyarankan kepada saya untuk mencoba menggunakan Gamat VitaGel dari KLink. 

Kata dia, dan beberapa review yang saya baca, Gamat VitaGel dari KLink ini mempunyai beberapa manfaat, antara lain:
1. Menghilangkan jerawat
2. Membuat kulit tidak kusam
3. Menghilangkan bopeng (bolong-bolong di wajah akibat jerawat
4. Menghilangkan noda bekas jerawat

Teman saya sudah membuktikan, dan katanya cukup efektif. Harganya cukup menggiurkan. Cukup dengan membayar Rp. 114.000 sudah bisa mendapatkan satu tube Gamat VitaGel ukuran 100g. Gamat VitaGel ini dapat dibeli secara online atau di stokish-stokis KLink terdekat. Kalau saya, karena saya tinggal di Cemani, Surakarta, saya membelinya di Stokish KLink di Solo yang dekat Cemani. Tepatnya dekat dengan Batik Keris, Lapangan Cemani, dan Gor Ibuku. 

Gamat VitaGel mempunyai wangi yang menyegarkan. Semerbak sampai mana-mana. Bentuknya gel putih dan ada bintik-bintik birunya. Jika dipakai, agak lengket, namun itu hanya bertahan sebentar. Ketika memakai gel ini, kita tidak disarankan memakai bedak. Menggunakan produk ini disarankan juga untuk dioleskan sehari dua kali di wajah kita.

Lalu bagaimana hasilnya?

Well, setelah saya menggunakanya produk ini secara rutin selama satu bulan, saya melihat tidak ada perbedaan signifikan di wajah saya. Jerawat saya masih suka muncul. Bopeng saya tidak hilang-hilang. Noda bekas jerawat pun juga masih setia ada. Jadi, kesimpulanya, produk ini tidak memberikan hasil yang efektif dan memuaskan. 

Sekian. Semoga bermanfaat.

Ulang Tahun Mutia (Sebuah Cerpen)

Hari Jumat adalah hari lahir Mutia, teman dekatnya Yumna. Mutia adalah satu-satunya teman di sekolah Yumna yang cocok berteman dengan Yumna. Mereka tidak akrab. Mereka tidak begitu dekat. Namun, mereka cocok dalam berteman. Yumna sangat bersyukur Mutia pindah ke sekolahnya.

Hari Jumat itu, Mutia mengajak Yumna makan bersama teman-teman lainya setelah pulang sekolah setelah ashar. Tentu, Mutialah yang akan mentraktir. Namun, Yumna menolak untuk ikut. Teman-temannya heran kenapa Yumna tidak ikut. Mutia juga sedikit kecewa Yumna tidak bisa ikut. Tetapi mau bagaimana lagi, Yumna sudah memutuskan untuk tidak ikut. Tidak ada orang yang bisa mengubah pendirian Yumna.

Ketika bel tanda istirahat berdering, Mutia dan teman-temannya langsung pergi ke tempat makan untuk makan siang. Mereka akan makan sepuasnya dan semuanya gratis. Mutia yang akan mentraktirnya. Lalu, kemanakah Yumna pergi?

Yumna memilih untuk menyendiri. Dia pergi ke masjid dekat sekolahnya. Dia percaya hari Jumat adalah hari baik dan doa akan cepat dikabulkan. Dia mengambil wudhu dan melaksakan solat ashar.

Yumna menyayangi Mutia sebagai teman. Dia tidak memberinya benda apapun di hari ulang tahun Mutia. Namun, sore itu, dia ingin mengkhususkan waktu untuk mendoakan Mutia, di waktu yang dijanjikan doa akan cepat terkabul.

Yumna khusyuk mendoakan Mutia.
Itulah cara Yumna bersyukur atas nikmat teman yang dikirim Tuhan untuk menemani hari-harinya.

Solo, 18 November 2017
09.25

Ga Usah Pake Topeng

Malam ini aku akan bercerita tentang Yessy.
Salah seorang teman mengaji.

Bisa kubilang, dia anomali.

Saat semua orang berkampanye tentang "bahagia",
dia mungkin tidak mengiraukanya.

Sedih ya sedih saja.
Remuk ya remuk saja.
Lelah ya lelah saja.
Jutek ya jutek saja.

Tidak perlu ada paksa.
Untuk tersenyum saat duka.
Untuk berkata "bahagia" saat jiwa sedang merana.

Dia menghormati hatinya.
Dia peluk erat jiwanya.
Dia hempaskan topengnya.

Hingga tak jarang,
aku sering mendapati diamnya.

Katanya,
"Aku mending sendiri. Ketimbang bersama orang yang aku tidak nyaman membersamai."

Dia adalah dia.
Dengan kejujuran terhebatnya.
Tidak banyak orang yang mampu sepertinya.

Rumah Cemani, 11-11-17
21.59
Setelah hujan deras menghapiri

Shampo Loreal Paris Fall Repair 3X (A Review)

Image result for shampo loreal hair fall 

Saya punya masalah yang sudah lama belum terselaikan. Selain jerawat yang membandel, rambut saya rontok. Tingkat kerontokanya sungguh parah. Berbagai jenis shampoo sudah pernah saya coba. Tidak semua sih, namun hitungannya lumayan sudah banyak gonta-gantinya. Tiap ada orang yang kasih saran, saya buru-buru langsung percaya, dan cuss langsung beli produknya. Rambut dipotong sangat pendek pun sudah saya sering lakukan. Keramas sesering mungkin, juga tak pernah absen. Keringat agak banyak dikit, langsung saya buru-buru guyur tu kepala. 

Memang jalanya harus seperti itu, bukan? Masih dalam tahap pencarian mana shampoo yang cocok untuk digunakan. Produk yang satu cocok untuk A, belum tentu cocok untuk B, begitupun sebaliknya. 

Saya tidak putus asa. Saya masih terus mencari shampoo yang mujarab untuk kepala saya. Haha.

Hingga suatu ketika, pada saat saya belanja bulanan, ada satu barang memikat mata. Diskon up to 25%. Produk international. Ampuh ngurangin rambut rontok hingga 3X lipat. Iklanya suka diiklanin sama artis papan atas international.

Saya perempuan normal. Dan saya terpikat dengan iklan tersebut. Langsung deh, saya masukin itu shampoo Loreal Paris Fall Repair 3X ke dalam keranjang belanjaan. 

Dalam perjalanan pulang dari supermarket, saya buru-buru pengen segera sampai rumah dan keramas. Saya pengen segera lihat aroma wanginya dan hasilnya.

Then, how is the result?

Sampai detik ini, sudah sekitar dua bulan pemakaian, rambut yang rontok tidak berkurang. Masih aja ada yang rontok, bahkan lebih banyak. Wangi shampoonya tidak bertahan lama dan tidak wangi banget. Bagi saya, nilai shampoo ini adalah 3/10.