Pohon Keimanan

1. Hadist tentang pohon iman di hati berbuah manis.

๐ŸŒณDari Anas bin Malik radhiyallhu'anhu, Rasulullah shallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Ada tiga sifat, barangsiapa yang memilikinya maka dia akan merasakan manisnya iman; menjadikan Allah dan rasul-Nya lebih dicintai daripada (siapapun) selain keduanya, mencintai orang lain semata-mata karena Allah, dan merasa benci (enggan) untuk kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah sebagaimana enggan untuk dilemparkan ke dalam api".

๐ŸŒณDari Al-'Abbas bin 'Abdil Muththalib radiyallhu'anhu bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah shallhu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Akan merasakan kelezatan/kemanisan iman orang yang ridha kepada Allah Ta'ala sebagai Rabbnya dan Islam sebagai agamanya serta (nabi) Muhammad shallahu 'alaihi wa sallam sebagai rasulnya" 

 ๐ŸŒณ Rasulullah shallahi 'alaihi wassalam pernah mengucapkan doa berikut ini:
"Ya Allah, hiasilah (diri) kami dengan perhiasan (keindahan) iman, serta jadikanlah kami sebagai orang-orang yang selalu mendapat petunjuk (dari-Mu) dan memberi petunjuk (kepada orang lain)"

2. Perumpamaan iman dalam Al Qur'an
๐ŸŒณ Allah subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah membuat perumpamaan kalimat yang baik (iman) seperti pohon yang baik, akarnya menancap kuat (ke dalam tanah) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu menghasilkan buahnya pada setiap saat dengan izin Rabbnya. Allah membuat perumpaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat". (Q.S Ibrahim: 24-25). 
๐ŸŒณ Penjelasan 'Abdur Rahman as-Sa'di tentang ayat ini
-Pohon iman di hati orang-orang yang beriman berbeda-beda pertumbuhan dan kesuburanya. 
-Seorang hamba yang mendapatkan taufik, akan selalu berusaha mengetahui tentang pohon iman ini, ciri-ciri agungnya, akar dan cabang-cabangnya. Serta berusaha untuk merealisasikannya dalam ilmu dan amal.
- Sesungguhnya, bagian kebaikan, keberuntungan dan kebahagiaan dunia-akhirat bagi seorang hamba adalah sesuai dengan perhatiannya terhadap pohon iman ini.

3. Hikmah agung diserupakanya iman di hati dengan pohon yang tumbuh di muka bumi menurut Imam Ibnul Qayyim
๐ŸŒณ Setiap pohon mempunyai urat, batang utama, cabang-cabang, daun-daun, dan buah. Demikian pula pohon iman dan Islam. Maka, urat-urat pohon iman adalah ilmu, pengetahuan, dan keyakinan. Batang utamanya adalah keikhlasan. Cabang-cabangnya adalah amal-amal salih. Buahnya adalah hal-hal yang lahir dari amal-amal salih, berupa jejak-jejak yang baik, sifat-sifat terpuji, akhlak-akhlak yang suci, dan tingkah laku serta budi pekerti yang luhur. 
Maka dari itu, mintalah ilmu yang benar, mintalah keikhlasan hati, mintalah amal-amal shalih yang sesuai dengan tuntunanNya. Dengan begitu, iman di hati hamba tersebut akarnya menancap kuat dan cabangnya menjulang ke langit.

๐ŸŒณ Sesungguhnya setiap pohon tidak bisa bertahan hidup kecuali dengan (adanya) sesuatu yang mengairi dan menumbuhkanya, sehingga jika pengairan tersebut dihentikan maka tak lama lagi pohon tersebut akan kering (layu). Pohon iman perlu diairi setiap waktu dengan ilmu yang bermanfaat, amal salih, dzikir yang tiada putus-putusnya, dan memikirkan kemahaagungan dan luasnya limpahan nikmatNya. 

๐ŸŒณ Pohon dan tanaman yang bermanfaat, sesuai dengan ketentuan Allah, biasanya akan dicampuri semak belukar dan benalu dari jenis lain. Jika pemilik tanmaan tersebut selalu menjaganya dengan membersihkan dan memotong tumbuhan asing tersebut, maka sempurnalah pertumbuhan pohon dan tanaman tersebut, serta buahnya semakin banyak dan baik mutunya. Namun, jika dibiarkan, maka tumbuhan asing tersebut akan menguasai pohon dan tanaman, sehingga mempengaruhi pertumbuhanya atau minimal melemahkan akarnya dan menjadikan buahnya buruk dan sedikit. 
Oleh karena itu, hendaknya seorang mukmin harus mengusahakan dua hal yakni mengairi pohon iman dan membersihkan tumbuhan asing yang ada di sekitarnya.

3. Buah-buah manis dan faidah agung pohon iman
Jika kemanisan iman ini tidak dirasakan seorang hamba, berarti pertumbuhan iman di hatinya tidak sempurna atau bahkan rusak. Hal ini menjadi fatal karena jika iman seseorang rusak, bisa menjadikanya tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala ketika menghadapNya pada hari kiamat kelak. Firman Allah sebagai berikut:
"...Yaitu di hari (kiamat yang ketika itu) harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih" (QS Asy-Syu'araa' 88-89). 
Sehubungan dengan itu, Syaikh Islam Ibnu Taimiyah menegaskan "Jika kamu tidak bisa merasakan manisnya iman dan kelapangan hati ketika beramal salih, maka curigailah imanmu. Karena sesungguhnya Allah adalah asy-Syakur (Maha Mensyukuri/Membalas perbuatan baik hambaNya dengan balasan yang sempurna). Artinya, Dia pasti memberikan balasan bagi seorang hamba yang mengerjakan amal salih di dunia dengan balasan yang berupa kemanisan iman yang dirasakannya di dalam hati, keteguhan dan kelapangan dada, serta kesejukan dalam jiwa. Maka, ketika hamba tersebut tidak merasakan hal ini, berarti amalnya (imanya) disusupi keburukan"
Berikut adalah beberapa buah dari iman:
- Menjadi kekasih Allah
Ini adalah perkara besar yang dikejar oleh hamba-hamba Allah yang bertakwa. 
"Ketahuilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka adalah orang-orang yang beriman dengan benar dan selalu bertakwa kepadanNya" (QS Yunus: 62-63)
-Meraih ridha Allah dan kemuliaan yang abadi di surga.
"Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman lelaki dan perempuan, akan mendapat surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan mendapat tempat tinggal yang indah di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar. Itu adalah keberuntungan yang besar" (QS. At-Taubah : 72)
- Penjagaan dan perlindungan Allah dari segala keburukan
"Sesungguhnya Allah akan membela (menjaga/melindungi) orang-orang yang beriman". (QS Al Hajj: 38).
- Membuahkan kehidupan yang indah dan penuh kebahagiaan di dunia dan di akhirat
"Barangsiapa yang mengerjakan amal salih (ibadah), baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman (dengan iman yang benar), maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik di dunia, dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka di akhirat dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan" (QS an-Nahl: 97)
 Iman yang benar menjadikan hati tenang, damai, qana'ah terhadap pembagian rezki Allah dan tidak bergantung kepada selainNya. Inilah kehidupan yang indah dan hakiki. Karena sesungguhnya asal kehidupan bahagia adalah kedamaian dan ketenangan dalam hati, serta terhindarnya hati dari semua yang menjadikannya galau dan gundah. 
-Merasakan khusyu' ketika melaksanakan ibadah kepada Allah
Khusyu' adalah sebab utama untuk meraih kelapangan jiwa dan kesejukan hati.
"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya" (QS Al Mu'minuun: 1-2).
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa shalat yang akan menjadi penyejuk hati dan pelapang jiwa adalah shalat yang dilaksanakan dengan khusyu'.  Khusyu' dalam shalat hanyalah diraih oleh orang yang hatinya tercurah sepenuhnya kepada shalat yang sedang dikerjakannya. Dia hanya menyibukkan diri dan lebih mengutamakan shalat dari hal-hal lainya. Ketika itulah shalat akan menjadi sebab kelapangan jiwannya dan kesejukan hatinya. Sebagaimana Rasulullah bersabda "Allah menjadikan penjeyuk bagiku pada waktu aku melaksanakan shalat"
- Mendapat kabar gembira dengan kemuliaan dari Allah dan keamanan yang sempurna di dunia dan akhirat
"Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih. Bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya" (QS. Al Baqarah: 25)


Sumber: https://muslim.or.id/27200-bilakah-pohon-iman-berbuah-manis-1.html (dengan banyak perubahan)






Dear Bella

Dear temanku Bella, 

Masa depan itu benar-benar misteri ya. Bener-bener tidak pernah bisa kita duga. Siapa sangka hari ini kita sampai di titik ini dengan ujian yang tidak pernah ada dalam bayangan sebelumnya. Alhamdulilah. Sungguh, Allah menyayangi kita Bel.

Kita sadar bahwa ini adalah ujian. Alhamdulilah.
Jadi dengan begitu, kita masih bisa berfikir baik. Bahwa Allah ingin menjadikan kita hambaNya yang lebih baik lagi. Makanya di uji. Bukan begitu Bel?

Kita pun tidak menyangkal, bahwa kita juga banyak sekali dosa dimana langkah-langkah kita sering terhambat. Tidak apa-apa kan ya Bel. Allah ingin mengingatkan kita kembali untuk banyak-banyak beristighfar. Allah ingin membersihkan dosa-dosa kita. 

Tetap percaya kan ya Bel. Bahwa Allah itu sudah mengatur dengan baik urusan hambaNya. Kita harus tetap teguh mempercayai itu. Husnudhon terus sama Allah. Dan aku selalu ingat kata-katamu Bel, bahwa inti Islam adalah bersabar dan bersyukur. Ya, kita masih perlu sabar. Ya, kita mesti terus bersyukur. 

Yakin Bel, semua akan baik-baik saja. Maukah kamu menggandeng tanganku Bel? Yuk mari kita saling menguatkan. I love you, Bel.

Temanmu, 
Tami

I Will Grow

Today, kepala saya snut-snut (as always). Jangan tanya kenapa, karena saya pun juga ga ngerti. Hmm, mungkin karena hari ini saya ga berdamai dengan pekerjaan. Mungkin hari ini saya kurang berdzikir. Mungkin hari ini saya kurang sedekah. Atau bisa jadi hanya karena sedang mau haid.

Sampai rumah, saya langsung merebahkan diri ke bed yang masyaAllah nyaman sekali. Saya langsung buka hape. Mencari beberapa kontak untuk saya beritahu bahwa kepala saya snut-snut. Saya memang selalu begitu. Tidak betah dengan kondisi yg menyiksa. Makanya, saya selalu membutuhkan orang untuk meluapkan rasa menyiksa ini. 

Alhamduliah, ada dua sampai tiga kontak yang tak jadikan tempat sampah. Setelah selesai meluapkan rasa, mereka memberikan cerita-cerita menarik. Yang alhamdulilahnya bisa meringankan beban kepala ini. 

Lanjut saya entertain diri dengan membuka akun Facebook yang lama tidak ditengok. Postingan pertama yang saya lihat adalah postingan adik tingkat asrama saya. MasyaAllah, dia di Amsterdam. Kereeeen sekali. 

Ah, saya jadi ingat masa lalu. Dulu, saya dikumpulkan dengan orang-orang yang menurut saya orang besar dan keren. Mereka mempunyai mimpi-mimpi tinggi. Mereka menginspirasi.

Berkumpul dengan mereka juga akhirnya menulariku untuk bermimpi tinggi. Hihihi. Saya pernah bermimpi pengen kuliah di luar negeri. Saya ikut seminar-seminar beasiswa LN. Saya pengen jadi dosen Bahasa Inggris. Saya pengen keliling dunia. Saya pengen dapat suami yang kerja di perusahaan bonafid. Saya pengen jadi ibu muda dan hanya cukup menjadi ibu rumah tangga. Berjalanya waktu, saya juga pernah bermimpi pengen jadi wirausaha. Intinya, saya tidak ingin jadi orang biasa yang tidak mempunyai kontribusi nyata. Saya pengen jadi orang sukses. Sukses mulia. Kaya di dunia tapi penampilanya sederhana. Hmmm, dimaklumin ya. Waktu itu saya masih anak muda. ๐Ÿ˜‚


Namun, detik ini, seolah impian itu jauh sekali untuk diraih. Saya lupa dengan mimpi-mimpi itu. Semua yang terjadi saat ini seolah-olah lepas kontrol dari impian yang saya idamkan. 
Bahkan, kalian tau, saya sampai tidak tahu saya ingin apa. 


Hmmmm. Menyedihkan sekali ya.


Saya akan bersabar dengan rasa tidak baik ini. Tidak, bukanya hanya diam menunggu agar perasaan ini hilang dengan sendirinya. Namun, saya akan mencari tahu kembali, apa yang impian saya. Saya akan bangkit. I will grow. It just takes times. 


Solo, 30 November 2018

Komunikasi Pasutri Menuju Baiti Jannatiy via Kitab Istri

Geis, kabar gembira! 
Saya telah menemukan apa yang saya suka. Dan, salah satu hal yang ternyata membuat saya benar-benar fokus adalah topik antara dua insan manusia. Ahaiiii....selera umum banget kan! Hahaha.

Pada waktu itu ada kulwap tentang topik ini geis. Lah, topik apaan? Xixixxi...oh iya belum di kasih tau yak. Itu lho geis, tentang komunikasi pasangan. Saya daftar lah itu kulwap. Animo pesertanya luar biasa mbludak. Saya sampai dapat kebagaian bagian 3. Tapi memang topik ini seru banget sih. Kayak yang jadi intinya sebuah hubungan gitu. Kalau saya pernah baca sebuah quote itu, bahwa pernikahan itu diibaratkan sebagai kapal. Nah, dayungnya itu adalah komunikasi.

Hmm, tapi jauh dari urgensi itu, kalau saya pribadi sih lebih tertariknya tentang bagaimana saya belajar memahami pasangan. Tau tentang siapa dia. Gimana kesukaan dan ketidaksukaan seorang laki-laki secara umum. Sehingga, when I know about him, saya akan lebih gampang untuk menempatkan diri. Maklumlah, saya ini mah sukanya salah tempat. Lagi belajar untuk paham situasi dan kondisi. Xixixixixi... makanya ikut kulwap ini...(Nah neng, itu kan memang bagian dari komunikasi....kwkwkw)

Narasumber kala itu adalah Diana Amalia Zein. Beliau adalah orang keren lah insyaAllah. Di Komunitas Ibu Professional, tentu beliau memiliki peran penting. Hehe, karena biografi beliau sangat panjang, jadilah saya mengurungkan diri untuk menuliskannya. Gpp kan? Yang penting kan materinya. Yuuuuk...di iyain aja ya geis.

Mukadimah
Berbagai motivasi saat memutuskan menikah adalah: karena rasa cinta, untuk membahagiakan orang tua, faktor ekonomi, dsb. Namun, motivasi terbaik untuk menikah adalah beribadah.
"Ketika seseorang menikah, berarti dia telah menyempurnakan setengah agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada setengah sissanya." (HR. Baihaqi)

Pernikahan adalah awal dari perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan. Kunci kesuksesanya menurut Brubaker (1983) lekat sekali dengan bagaimana pasangan saling berkomunikasi, membuat keputusan bersama, dan mengelola konflik.

Hubungan pasutri harus selalu dirawat. Seperti tanaman yang harus disiram dan dipupuk. Mencintai adalah kata kerja aktif. Sehingga terus menerus harus diperjuangkan. Sayang sekali banyak pasangan yang gagal mengelola 3 hal tersebut (komunikasi, membuat keputusan bersama, dan mengelola konflik). Sehingga mengakibatkan empty marriage atau pernikahan yang hampa dan tidak jarang berujung dengan perceraian.

Inti Diskusi (Ceramah oleh Narsum)
๐ŸŒด Janji akad nikah yang terucap bukan sekedar janji kepada pasangan saja. Namun yang lebih utama adalah janji kita kepada Allah.
๐ŸŒด Luruskan niat hanya untuk beribadah kepada Allah, maka dengan begitu, apapun yang kita upayakan untuk memupuk terus keharmonisan rumah tangga insyaAllah tidak akan terasa berat.
๐ŸŒด Memasuki usia dewasa bahkan pada akhir remaja, seseorang bisanya mulai menjalin hubungan serius dengan lawan jenis. Menurut Erikson (Tokoh Psikologis), fase dewasa muda merupakan fase untuk menuntaskan tugas perkembangan, yaitu "Intimacy vs Isolation". Maksudnya, bila seseorang tidak mengembangkan kemampuan untuk menjalin hubungan yang akrab/intim dengan orang lain, biasanya akan berakhir dengan merasa kesepian atau terisolasi.
๐ŸŒด Kemampuan membina hubungan yang intim dan akrab tidak selalu dimiliki oleh setiap orang yang berstatus menikah. Mereka bisa menjalin hubungan tersebut dengan keluarga atau sahabat. Namun, yang akan dibahas disini adalah untuk yang sudah menikah.
๐ŸŒด Mesti sudah tinggal seatap untuk sekian tahun lamanya, bisa jadi suami masih jadi sosok mystery guess dalam hidup kita loh kalau kita tidak pandai mengenali. Makanya sering terjadi cekcok atau bahkan sibuk dengan pikiran sendiri-sendiri dan tidak peduli satu sama lain (empty marriage).
๐ŸŒด Berikut beberapa tahapan berkomunikasi yang menentukan perkembangan suatu hubungan.
๐ŸทTahap 1 : Inisiasi
⇛Seseorang akan mulai mengenal dan menyesuaikan respon dengan lawan bicaranya. Seringkali tahap pertama ini hanya mengenali bahasa nonverbalnya saja. Pesan nonverbal ini biasanya ditangkap lebih kuat daripada pesan verbal.
⇛Albert Mehrabain memperkenalkan kaidah 7-38-55. Maksudnya adalah:
7%   => kata-kata (verbal)
38% => intonasi suara
55% => bahasa tubuh (nonverbal)
⇛Orang cenderung tidak terlalu peduli dengan verbalnya, bilamana nonverbal berkata sebaliknya.
⇛Tips: Agar bisa mengatur bahasa nonverbal, maka perlu mengatur emosi yang kaitanya dengan nalar. Kenapa? Karena emosi yang naik menyebabkan nalar turun. Emosi yang turun menyebabkan nalar naik.
๐ŸทTahap 2 : Eksplorasi
⇛Ketika kita mulai menjalin komunikasi, kita akan menggali lebih dalam lagi tentang lawan bicara kita. Apa yang dia sukai, dan apa yang dia tidak sukai.
⇛Ada kisah tentang Syuraih Al Qadhi dengan istrinya Zainab binti Hudair. Di hari pertama mereka berkumpul, bahkan sebelum Syuraih menyentuhnya, Zainab langsung menanyakan hal-hal yang ia sukai dan yang tidak ia sukai. Sebagai istri, ia langsung ingin mengenal perangrai sumai agar lebih tepat dalam meperlakukan suaminya. Dengan khidmat yang baik dari Zainab kepada suaminya, maka sang suami, Syuraih pun memperlakukan Zainab dengan baik. Akhirnya itu menjadi kunci rumah tangga mereka yang sakinah hingga seterusnya.
⇛Seseorang memiliki FoR (Frame of Reference) yaitu cara pandang, keyakinan, konsep, dan tata nilai yang dianut oleh seseorang. FoR ini bisa dipengaruhi karena faktor pendidikan, keluarga, pergaulan, buku bacaan, dll.
⇛Selain itu, seseorang juga memiliki FoE (Frame of Experience) yaitu serangkaian kejadian yang dialami seseorang yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang. 
⇛ FoR dan FoE ini akan mempengaruhi bagaimana seseorang menangkap pesan yang disampaikan kepadanya.
๐ŸทTahap 3 :Intensifikasi
 ⇛ Mulai lebih instens dalam berkomunikasi. Antar pasangan sudah lebih mengenal baik verbal dan non verbalnya. Apa kecenderungan yang dimiliki pasangan dan sebagainya. Biasnaya dalam tahap ini mulai tersusun aturan tertulis atau tidak tertulis tentang pola komunikasi yang bisa diterapkan sebagai hasil pembelajaran kita dalam mengenal pasangan.  Tapi ternyata dalam tahapan ini, konflik mulai sering terjadi akibat perbedaan nilai-nilai dan kebiasaan. Bisa jadi, memasuki tahap ini, hubungan semakin renggang, bisa juga hubungan terjalin semakin erat.
⇛ Saat dua orang berbagi berbagai aspek hidup dalam rumah tangga, pasti akan ditemukan banyak hal yang tidak sejalan. Makanya, kembali lagi pada niat, bila keduanya menetapkan niat untuk beribadah, insyaAllah lebih mudah menyeleraskan ritme dan prinsip-prinsip dalam rumah tangga.
๐ŸทTahap 4 :Formalisasi
Bagi yang hubunganya semakin intens, maka akan masuk pada tahap formalisasi, ketika aturan atau pola yang diciptakan menjadi ajeg dalam suatu hubungan.

๐ŸทTahap 5 : Penyesuasian terus-menerus
⇛Meskipun sudah melewati tahap formalisasi, bukan mustahil kita harus kembali eksplorasi lagi, karena oh karena, manusia berubah, lingkungan berubah, atau bisa juga karena kita mendapatkan fakta baru lagi tentang pasangan kita. Hal itu membuat kita harus belajar memahami lagi, menyesuaikan diri lagi, dan tidak jarang berbuah konflik.

๐ŸŒด Konflik tidak perlu dihindari. Menhindari konflik justru membuat hubungan menjadi tidak sehat karena adanya kekecewaan yang dipendam antara satu sama lain. Sebaiknya kita mengelolanya dengan kepala jernih dan fokus hanya pada solusi, bukan fokus pada menyalahkan siapa-siapa.
๐ŸŒด Menghadapi konflik dengan baik nantinya akan memberi kesempatan untuk mengenal pasangan lebih jauh dan meningkatkan kualitas hubungan.
๐ŸŒด Idealnya gimana sih berkomunikasi antar suami istri itu? Pertama, yaitu berazzam dalam hati yang kita upayakan yaitu demi beribadah kepada Allah. Jadi ga ada kata "Gengsi doong" atau "Keenakan dia donk". Kedua, ingat selalu bahwa bahasa nonverbal lebih kuat sampainya daripada bahasa verbal. Jadi usahakan ketika suami bersama kita: sejukkan pandanganya dengan pemandangan yang indah-indah, sejukkan telinganya dengan mendengar yang lembut-lembut, beri senyuman kita yang paling manis dan tulus. Jaga self hygiene dan bersolek sewajarnya agar suami nyaman bersama kita. Ketiga, pahami keadaan dia sedang bagaimana. Asahlah diri untuk mampu membaca situasi agar mampu memilih waktu yang tepat berkomunikasi dengan suami. Sebelum berkomunikasi, buatlah dulu suasana yang rileks, siapkan minuman, makanannya, penuli dulu hajatnya. Kita lihat bagaimana Rasulullah mencari Khadijah untuk diselimuti ketika syok pertama kali didatangi Jibril. Atau paling deket di tanah air, bagaimana Pak Habibie bahkan bingung dengan jadwal minum obatnya atau dimana meletakkan sendalnya selepas Ibu Ainun pergi.  
๐ŸŒดJadikanlah kita sebagai istri menjadi "rumah" yang nyaman dan selalu dirindukan suami untuk pulang dan beristirahat.
๐ŸŒด Menurut Bunda Elly, laki-laki paling efektif menangkap 15 kata saja dalam 1 kalimat inti. Jadi, berlatihlah sampaikan maksud dengan ringkas, simple, dan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Gunakan prnsip Clear and Clarify, yaitu memberi kesempatan pasangan untuk bertanya, dan memastikan maksud kita tersampaikan dengan baik. Bila tidak mendapat tanggapan yang sesuai harapan, tunggu, jangan mendesaknya. Mungkin perlu atur waktu lagi di lain waktu karena bisa jadi ada prioritas lain dibenaknya saat ini.
๐ŸŒดKetika mengingatkan suami, pakaialah adab. Jaga kehormatan dan wibawanya. Sampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kita akan kebaikanya terlebih dahulu, baru sampaikan keberatan kita akan suatu hal.
๐ŸŒดIngatlah bahwa kalian, para istri, adalah pakaian bagi suami kalian. Jangan critakan keburukan suami, atau kelemahan suami kepada orang lain atau public.

Nah, segitu ceramah yang disampaikan narsum. Keren banget kan? Sebenarnya ada sesi tanya jawab dan diskusi. Namun, saya tidak menuliskanya disini. Panjang bangeeet euy. Hehehe....
Semoga bermanfaat ya. Selamat meluruskan niat. Selamat melembutkan akhlak. ๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“





Cara Memperpanjang Paspor


Hai. Apa kabar kalian?
Kalau kalian adalah strangers yang belum pernah mengunjungi rumah ini dan kemudian tiba-tiba berkunjung ke rumah ini, maka kalian pasti membutuhkan info tentang judul di atas. Ye kaan?

Well, pernah juga saya google-walking buat nyari cara memperpanjang paspor. Namun, hasilnya nihil. Saya tidak mendapatkan informasi yang saya inginkan. Ya maklum aja, saya kan baru pertama kali memperpanjang ya, jadi ya harus cari-cari dulu di internet.

Baiklah, kali ini saya akan berbagi tentang bagaimana cara memperpanjang paspor ya. Berikut tahapan-tahapanya.
1. Daftar antrian online dulu
Kalian bisa datang ke situs https://antrian.imigrasi.go.id/. Disana kalian akan mendaftar terlebih dahulu dengan menggunakan alamat email dan NIK kalian. Setelah selesai, kalian nanti baru akan menerima konfirmasi pendaftaran dan mengisi isian yang sudah disediakan. Isianya berupa memilih lokasi dan waktu kapan kalian bisa untuk memperpanjang. Jika ingin lebih praktis, kalian bisa menginstal aplikasi ANTRIAN PASPOR yang diundul di google play. Menurut saya, dengan aplikasi ini, transaksinya lebih mudah dan cepat.

2. Siapkan fotokopi paspor lama dan KTP.
Ya siapa tau di dekat kantor pelayanan pembuatan paspor tidak ada tempat untuk fotocopy. Better kan kalian prepare dari rumah. Bagian paspor yang dicopy adalah bagian depan dan belakang. Begitu pula dengan KTP ya.

3. Siapkan uang
November 2018 ini, saya memperpanjang paspor mengeluarkan dana sebesar Rp. 355.000. Membayarkan melalui bank pada hari itu juga.

4. Siapkan penampilan terbaik
Kan kalian haruf foto tu untuk mengganti foto yang ada di depan paspor. Nah, jangan seperti saya yang tidak ada persiapan mimik wajah ketika di foto. Alhasil fotonya kaya seperti TKW yang habis dianiaya oleh majikanya. Jadi, pilihkan baju yang baik yang dengannya kamu bisa merasa lebih cantik. Hehehe.

5. Paspor diambil 3 hari setelah perpanjangan
Ya, kalian harus menunggu 3 hari untuk paspor yang sudah jadi.


Demikian ya sharing dari pengalaman recehan saya.
Semoga bermanfaat.

Kriteria Calon Suami

Orang-orang di sekitar saya sukanya penasaran tentang kriteria lelaki yang saya sukai. Ya maklum aja sih ya di umur yang menjelang kepala 3 ini, kok bisa-bisanya belum RABI...hehe. Padahal kan saya juga ga jelek-jelek amat. Fisik juga alhamdulilah sehat. Otak ya lumayan masih waras, ye kan? Hahahahahahaha....

Saya suka bingung sendiri kalau ditanyaain beginian. Ya karena memang ga ada kriteria khusus sih. Kriteria saya ga mutlak harus ini itu. Kadang kalau nemuin yang ga sesuai kritera, tapi ternyata hati kecantol, yah mau gimana lagi. Kata Sujiwo Tejo kan begini "Mencintai itu takdir. Menikah itu nasib". Qiqiqiqqiqiqiqiqi.

Hmm, hal yang membuat saya kemudian menuliskan topik di atas adalah karena belakangan ini banyak orang menanyakan tentang kriteria calon suami saya. Bukaan...bukan mau dijodohin dengan siapa sih ya. Namun, mereka ingin mendoakan saya. Mereka ingin saya mendapatkan pendamping yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Dan disitu, saya tiba-tiba ingin menangis dan memeluk merekaaa......Aaaaaa, mereka sungguh baik ya Rabb! Semoga Engkau selalu jaga mereka.

Hmm, tapi apakah saya akan benar-benar menuliskan dan menjabarkan secara detail kriteria calon suami saya disini? Oooooh ya jelas tidak ya say. Hehehe...saya mah orangnya cenderung introvert tulen kalau soal beginian. Saya masih menyimpanya menjadi sebuah eklusivitas doa antara saya dengan Yang Maha Kuasa. Masih terbungkus rapi dalam balutan dzikir-dzikir yang tidak putus-putusnya. 

So, maafkan ya kalau judul tidak sesuai dengan isinya. Hehehe.
Rencana awal sih mau mengumbar semuanya disini. Tapi dipertengahan jalan, ternyata keberanian itu pudar. Ya, begitulah sifat manusia bukan? Hahahaahahahaha

Sahabatku, Mariana dan Metias

Jumat, 2 November 2018
24 Shafar 1440

Aku punya sahabat.
Namanya adalah Mariana dan Metias.

Aku menyayanginya.
Berada di dekat mereka merupakan anugerah.

Jumat yang indah ini,
Aku ingin mengkhususkan waktu berdoa untuk mereka.

Semoga hari ini Allah bahagiakan hati mereka.