Morning Bahagia

Bismillah.

I feel blessed this morning. Alhamdulilah. Then, what makes me blessed? What make me happy? I'll tell you ya.

Saya bangun sebelum adzan subuh berkumandang. Tapi, ga sempet tahajud. Waktu beranjak dari tempat tidur, adzan sudah tiba. Xixixi,,,,yup, jadi cuma bangun beberapa detik aja sebelum adzan sih.
Lalu, sebelum ke kamar mandi, saya memeras jeruk nipis dulu untuk detox tubuh. Saya minum dan dilanjutkan dengan minum air putih satu gelas. 

Ketika perjalanan ke kamar mandi, sekalian saya bawa kotoran gelas dan sendok untuk dicuci. Usai mencuci, saya wudhu dan kemudian sholat subuh yang diawali dengan sholat rawwatib qabliyah. Selesai sholat, saya dzikir dan murajaah dua doa yang sudah dihafalkan pekan ini. Doanya adalah sebagai berikut. Oh ya, pas sholat dan berdoa, saya berusaha untuk mengkosongkan hati dari siapapun kecuali Allah SWT. 
1. Q.S  An-Naml: 19
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
 "Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh".
2. Q.S Al Kahfi: 10
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
 "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)".

After that, saya paksa diri untuk membaca al ma'tsurat dan mengkhatamkan satu juz Al Qur'an. Berusaha semaksimal mungkin untuk fokus dan meresapi setiap bacaan yang dibaca. Alhamdulilah done. Dilanjut dengan minum air putih dua gelas.

Lalu, saya melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan luar biasa untuk mengalahkan kemalasan yang menghimpit. OLAHRAGA. Hahaha....Alhamdulilah saya menang melawan syetan. Saya pun olahraga senam di kamar. Keringat bercucuran. Saya ga memikirkan senamnya, Pokoknya just do it. 

Done properly. Saya bergegas mandi dan mencuci baju yang cuma beberapa biji saja. Oh ya, pas di kamar mandi, saya sempatkan untuk menyikat lantai dan toilet juga. Setelah mandi, dandan dan sholat dhuha 2 rakaat (karena keburu berangkat). 

Dalam perjalanan kerja, saya membeli sarapan nasi pecel. Saya pesan kepada penjualnya untuk memperbanyak sayur dan mengurangi porsi nasi. Saya ambil gorengan 3 biji dan satu plastik kerupuk.
Rasa pecelnya enak, meskipun hanya dengan harga yang sangat terjangkau.  Sampai tempat kerja, ada satu botol jus di meja. 
 

Alhamdulilah tsumma alhamdulilah. 
Pagi yang seperti ini yang saya selalu ingin ulang dan tingkatkan. 



Solo, 12 Maret 2019

Sajak Rindunya Rocky Gerung

Mereka yang mengikuti perkembangan negeri ini, pasti sudah tidak asing dengan yang namanya Rocky Gerung. Saya tidak begitu mengikuti sih, namun saya tau beliau. Kok bisa? Ya iya, karena teman dekat saya adalah pengamat setia perkembangan negeri ini. Apalagi saat-saat ini menjelang 17 April 2019 ini, DM di IG isinya dia dengan tautan tentang kabar terkini. Salah satunya adalah beberapa video ceramah Rocky Gerung. Penasaran dengan beliau, saya langsung bergerilya mencari tau segala sesuatu yang berkaitan dengan Oppa Rocky.

Whaaat? What do you call him? Kwkwkwk....yes, setelah mencari lebih jauh sosok beliau, saya akhirnya suka dengan sosok gayanya Oppa Rocky. Karena beliau istimewa, maka memanggilnya pun juga istimewa, yakni "Oppa".

Salah satu hal yang saya suka darinya adalah tentang caranya menuliskan perasaan rindu. Cakeeep banget. Kalimatnya singkat, namun bak pedang, langsung menghunus ke dasar jiwa. Klepek-klepek...
Tulisan tentang rindu itu biasa beliau posting di akun medsos satu-satunya yang dimiliki, yakni twitter.

Berikut adalah kumpulan sajak rindunya Rocky Gerung. Selamat menikmati.
1. 10 Nov 2017   12.42 AM
Hanya rindu yang mampu mendengar sunyi.
Selamat malam.

2. 7 Jan 2017     11.19 PM
Malam itu hidup.
Hasrat memberinya nyawa,
agar rindu tak kehabisan alasan.

3. 20 Jun 2018     06.45 PM
Kata mengandung arti karena suasana.
Seperti rindu dan senja.

4. 2 Sep 2018     6.18 PM
Hujan di akhir hari
Menetaplah hingga malam
Rindu sedang menuju ....
Selamat sore.

5. 8 Mei 2018     12.03 AM
Tak tiba, tak berarti tak ada.
Seperti rindu.

6. 1 Jan 2018
Rindu adalah embun malam,
yang setia menanti pagi,
kendati akan menjadikannya tiada.

7. 28 Jul 2017     12.52 AM
Malam menyempurnakan rindu..

8. 18 Sep 2015     11.20 PM
Rindu itu sejenis tasawuf.
Jangan memaksa paham.
Ia tiba pada waktunya.

9. 7 Jan 2018    12.47 AM
Rindu adalah sunyi yang terdengar.

10. 9 Okt 2016     11.11 PM
Terperangkap dalam rindu,
jiwa menari menikmatinya.

11. 18 Jun 2017    10.30 PM
Bernaung pada malam,
rindu melumat siswa waktu.
Yakin pada tiba sediakala.
Tak ada yang habis...
bagi rindu.

12. 29 Agt 2017     12.46 AM
Biarkan rindu mengalir.
Ia hanya mengairi,
bukan membanjiri batinmu.
Selamat malam.

13. 26 Jan 2018    1.34 AM
Rindu adalah nyawa waktu.

14. 4 Jun 2017     12.26 AM
Beri jalan kepada rindu.
Ia akan menuntunmu,
ke mata air harapan.
Selamat malam.

15. 15 Des 2017    12.02 AM
Rindu bukan persoalan.
Ia adalah jawaban yang belum selesai.
Bahkan tak harus.
Selamat malam.

16. 19 Jul 2017    12.08 AM
Rindu tak menpersyaratkan
"kegentingan yang memaksa"

17. 5 Agt 2017    11.40 PM
Rindu hanya menemui mereka yang tak posesif

18. 25 Jul 2014    2.12 AM
Rindu adalah cinta sebelum dicemari janji.

19. 12 Mei 2018    12.24 AM
Rindu tak pernah menetap.
Tapi ia selalu kembali.

20. 18 Mar 2015    1.00 AM
Rindu adalah sabda alam ekpada malam.

21. 13 Mei 2018    6.41 PM
Senja menghantarkan rindu pada pilihan:
menempuh malam atau menyelasi perjalanan.

22. 12 Jan 2019   12.40
Rindu menuntunmu,
bukan untuk tiba.
Selamat malam

Allah Kasih Signal

Bismillah.

Saya gelisah. Tidak saat ini, namun kemarin. Rasanya ada yang menekan-nekan dada saya sehingga berat untuk bernapas. Selain itu, ada seperti rasa nyeri. Pikiranpun ikut-ikutan kalut, kosong, dan tidak fokus.

Hingga tak tahu harus bagaimana lagi, akhirnya saya berhenti. Saya mampir ke sebuah masjid yang bangunannya megah dan membuat nyaman beribadah. Saya solat tahiyatul masjid dan menunggu solat maghrib sambil tilawah Al-Quran. Qadarullah, sampai adzan maghrib selesai berkumandang, hati saya juga masih belum plong. Hujan deras mengguyur. Saya tambah larut dalam kesedihan yang entah disebabkan apa.

Solat maghrib berjamaah dimulai. MasyaAllah suara imamnya merdu sekali. Air mata saya pun menderas mengalir. Disitu, ganjalan dalam dada saya langsung pecah dan lenyap. Saya merasakan kelegaan yang menenangkan. Sejuk. Ringan.

Saya pun pulang. Bukan karena hati saya sudah baik-baik saja, namun karena hari sudah mulai malam. Sampai rumah, saya membuka hape. Ada beberapa pesan masuk. Yang saya buka pertama kali adalah pesan orang-orang terdekat saya dl. Termasuk dari pesan sahabat. Seketika saya membuka pesannya, saya terdiam sesaat. "Alhamdulilah. Ternyata perasaan gelisah tadi adalah tanda saya akan mendapatkan kabar ini".

Alhamdulilah tsumma alhamdulilah. Meskipun kabar itu kurang menyenangkan, saya merasakan ada tambahan kelegaan di hati saya.

Saya kemudian ingat perasaan itu beberapa waktu lalu. Ketika perasaan itu menghampiri, biasanya akan ada sesuatu yang terjadi. Biasanya kabar yang mampu menggoncang jiwa. Allahua'lam.

Dan, kepada Allah sepantasnya kita menyerahkan urusan hati yang gelisah itu. Meskipun akan menerima kabar yang kurang menyenangkan, namun ketika hati dititipkan kepada Allah, semuanya akan baik-baik saja.

Klaten, 3 Maret 2019

Diriku Ini...

Bismillah.

Mengobrol dengannya saya bahagia. Bisa totalitas. Tidak ada yang perlu direm dan dipikirkan sebelum berkata-kata. Semuanya langsung nyletuk dan nyambung. Frekuensinya sama. Cara pandangnya sama. Temperaturnya sama.

Dan itu tidak terjadi pada banyak orang. Hanya dengan segelintir orang saja, saya bisa mengobrol lepas begitu. Aselinya saya kelihatan.

Namun, ketika bertemu dengan orang lain, saya biasanya bertingkah lain. Beda sekali dengan segelintir orang yang saya singgung di atas. Tak jarang orang menyebut saya sebagai perempuan pendiam dan jutek.

Split personality.
Mungkin itu istilahnya. Bertingkah berbeda pada situasi yang berbeda. Jadinya membuat kita menjadi tidak aslinya kita.

Enak?
Jujur tidak. Saya sering menutup diri dengan orang-orang yang tidak saya kenal baik. Namun, saya juga kurang nyaman jika menunjukkan aslinya saya pada kebanyakan orang, apalagi orang yang belum saya kenal baik.

Emang bagaimana sih aslinya saya? Hehe. Salah satunya adalah kata-kata saya yang nyletuk kasar. Untuk orang-orang deket saya yang saya sebut segelingir tadi, melontarkan kata kasar adalah hal wajar. Namun, untuk mereka yang berada jauh pada zona inti saya, hal semacam itu akan membuat mereka ilfill akan akhlak saya.

Ya begitulah. Makanya, saya memilih untuk diam dulu sebelum mengetahui kondisi suhunya.

Klaten, 24 Februari 2019

Cuaca Terbaik

Bismillah.

30 menit sebelum pulang kantor, turun hujan deras sekali. Petir menyambar-nyambar hingga alarm mobil ikut berbunyi sendiri. Langit gelap dan suasana menjadi menakutkan.

Pekerjaan saya sudah selesai. Maka saya pergunakan waktu untuk menyelesaikan al kahfi dan dzikir sore. Sore itu saya harus pulang Klaten. Satu jam perjalanan dan naik motor. Di tengah menyelesaikan alma'tsurat, saya berdoa "Ya Rabb, hamba hendak pulang Klaten. Anugerahkan cuaca terbaik untuk perjalanan pulang hamba Ya Allah." 

5 menit sebelum bel berbunyi, saya melirik keluar. MasyaAllah Allahuakbar. Hujan reda. Hanya tersisa rintik-rintiknya. 

Kalian tau bagaimana kondisi cuaca selama perjalanan pulang?
Mendung. Aspal basah kuyup. Air hujan berhenti. Sejuk. Dingin. Syahdu.
Alhamdulilah. Betapa Allah Maha Mendengar.

Klaten, 22 Februari 2019

Luluran dengan Citra Lulur Natural Bright Body Scrub

Bismillah.

Liburan Imlek 5 Februari 2019.
Saya di rumah saja. As usual. Hehe.
Bagi saya, tempat ternyaman untuk merayakan liburan ya cuma rumah.
Menikmati aroma rumah, duduk bersantai sambil meneguk secangkir teh dan beberapa gigit gorengan.
Itu sudah menjadi kemewahan bagi saya. Alhamdulilah.

Tentu, saya tidak akan membiarkan hari itu berlangsung sia-sia.
Saya menuliskan beberapa agenda untuk dilakukan di hari itu.
Salah satunya adalah menulis surat untuk paslon Prabowo-Sandi.
Dan masyaAllah, seharian juga belum selesai itu surat. Saya jarang menulis, jadinya sekalinya menulis langsung kayak permen karet, alot dan ga lancar.

Nah, pas lagi alot-alotnya ide itu keluar, tertiba ada ide liar lain yang masuk.
Apa itu?
Perawatan tubuh dengan SENAM dan LULURAN. Hahaha.

Karena tidak ada lulur yang tersedia di rumah, maka saya harus loncat ke toko sebelah.
Tokonya kecil, jadinya tidak terlalu lengkap. Ada beberapa lulur di etalase.
Semua sudah pernah saya coba, hanya satu yang belum, yaitu Citra Lulur Natural Bright Body Scrub.
Kemasannya bagus, elegan. Wadahnya juga besar.
Langsung lah saya ambil itu lulur.

Sampai kasir, mbaknya bilang "14. 500".
Saya terbelelak. Weleh. Murah sekali lulurnya. Perasaan lulur yang biasa saya beli harganya di atas 20rban.
Secara spontan saya sedikit meragukan kualitasnya.
Maklum, sudah lama saya terdoktrin kalimat "Ono rego ono rupo".

Sampai rumah, saya langsung beraksi.
Saya dulit itu lulur dan menggosoknya ke seluruh tubuh.
Glek. Saya gosok lagi. Glek.
"Kok daki-dakinya ga terangkat ya?". Hehe...

Duh, saya merasa sedikit kecewa dengan hasilnya.
Namun, setelah mandi itu, ternyata wangi lulurnya tercium sampai luar rumah saya.
Sungguh wangi sekali aroma lulurnya.

Jadi, to sum up,
untuk kualitas lulurnya sedikit mengecewakan (4/10).
Namun untuk wangi lulurnya sungguh diluar ekspektasi (9/10).


Sekian. Selamat mencoba. 




Update Status untuk Menyambung Silaturahim

"....maka, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu, dan taatlah kepada Allah dan RasulNya jika kamu orang-orang yang beriman"
(QS. Al Anfal: 1)

"...Rasulullah adalah orang yang selalu menyambung hubungan silaturahim", Khadijah ra.

Bismillah.
Allah perintahkan untuk menyambung silaturahim. Rasulullah pun adalah orang yang gemar menjaga hubungan baik dengan kaum kerabat, mendekatkan yang jauh dan merapatkan yang renggang, membersihkan hati dari kebencian, dan menanamkan kehangatan serta kasih sayang.

MasyaAllah. Saya pun ingin mentaatinya. Di saat bingung bagaimana harus menjalin silaturahim, maka saya memilih update status. Sebenarnya saya adalah orang yang malas melakukan hal-hal semacam update status. Makanya saya memaksa diri saya untuk melakukannya. Niatnya hanya satu, yakni menjalin silaturahim.
Lha kok begitu? Bagaimana korelasinya?

Hehe. Mungkin sudah ada yang paham, mungkin ada yang belum mengerti.
Baiq. Begini. Dengan update status, maka saya muncul di dunia permayaan. Saya tidak menghilang. Saya hadir memberikan sedikit informasi apa yang saya punya. Harapannya juga bisa memberi manfaat. Hehe. Tapi kalau kenyataanya hanya spam, ya maaf ya.
Begitu kira kira geis.


Klaten, 5 Februari 2019
06.57