Ketika Aku Jadi Nenek Nanti


Ketika aku jadi nenek nanti, 
Ketika mereka berlibur ke rumahku atau aku berlibur ke rumahnya,
Aku akan mengajaknya berenang.

Kami akan bergembira bersama. 
Tertawa di dalam mobil.
Mencicipi kuliner di sekitar.
Dan bercerita tentang banyak hal.

Akan kubisikkan pada mereka
"Nenek sayang dan bangga pada kalian."

Cinta Paling Besar


Aku berharap cintaku kepada Allah lebih besar daripada cintaku kepada manusia.
Paling besar dan tidak tergantikan.
Tidak hanya untuk saat ini, tapi selamanya. 

Andai Aku Punya Uang 500 Juta


Kalian tau gambar apa yang aku pegang itu?
No, bukan cokelat.
Tapi itu obat salep kulit merknya 88. Sangat ampuh mengatasi masalah jamur dikulit dan juga kutu air. 
Sejak tahun 2020, barang itu jadi barang wajib ada di rakku. Sejak tahun itu, aku mengalami penyakit kulit yang bernama kutu air. Kata orang, kalau udah kena kutu air sekali, nanti bakalan kena lagi.

So, ceritanya kemarin aku kehujanan. 
Karena mengendarai sepede motor, pastilah kakiku basah. Sekarang sudah menjadi kebiasaan, kalau kena air hujan, pasti kutu airnya akan kambuh.

Malam ini, aku kepikiran seuatu. Ikut-ikutan Pak Nappoleon Hill dalam bukunya Think and Grow Rich tentang definite purpose, aku membayangkan, jika aku punya uang 500 juta, akan aku apaan uang tersebut.

Oke. Here you are. 

1. Aku akan beli satu unit city car dengan harga 250jt.
2. Aku akan membeli tanah di timur rumahku dan membangun gedung buat Rumah Baca Matahari dengan alokasi dana 250jt.

Doa dulu. Solawatin dulu. 

Suami Andalan

Aku punya teman. Sebut saja namanya Lana. 

Lana adalah seorang wanita cerdas dan pekerja keras. 

Saat ini, dia di rumah sibuk membesarkan kedua puterinya. 

Suaminya bekerja sebagai staff ahli seorang ternama di negeri ini. 

Dalam hati kecilku, aku kadang ingin seperti dia. Fokus mengurus anak di rumah, tanpa perlu khawatir tentang masalah financial. 


Aku juga punya murid privat. 

Dia adalah anak tunggal. Papanya pengusaha. Mamanya fokus di rumah mengurus anaknya. 

Semua kebutuhan sehari-hari terpenuhi dengan baik. Fasilitas semuanya lengkap. Banyak sedekah dan bisa pergi ke tanah suci berkali-kali.

Dalam hati kecilku, aku kadangg juga ingin seperti mamanya. Fokus mengurus anak di rumah, tanpa perlu khawatir tentang masalah financial. 


Lalu, aku berfikir tentang suami andalan. 

Suami yang ketika di dekatnya aku merasa tenang. 

Suami yang ketika di bersamanya aku merasa baik-baik saja. 

Suami yang ketika ada masalah, dia bertanggung jawab dan berdiri paling depan. 

Suami yang aku bisa percayakan keselamatan dan kesejahteraan hidupku padanya. 


Entah terlalu muluk atau enggak. Tapi semoga. Semoga Allah anugerahkan kepadaku suami andalan itu.

Ketika Iri Melanda, Ha Ha Ha

Kemarin itu, hatiku dilanda iri. 

Aku mengetahui kalau beberapa temen kerjaku dapat proyek secara diam-diam. Sedangkan aku tidak ditawari sama sekali. 

Hiks hiks. Sebel kan. Mereka dapat duit tambahan dan aku ga dapat. 

Seketika aku sadar, kalau kita kan ga boleh gitu lama-lama. Inget kata Allah, kalau tidak seharusnya kita iri dengan nikmat yang diberikan Allah kepada orang lain. Kalau iri, itu sama dengan kita ga terima dengan keputusan Allah. 

 

Ga mau sesat lama-lama, akhirnya aku ngeyem-ngeyem hati sendiri. 

"Eh Tam, kamu kan ngajar privat udah 5 kali sepekan. Tambahan lagi bulan ini kamu dapat fee dari ngisi workshop. Bersyukurlah duhai Tami."

 

Well, hatiku lumayan lapang.

 

And you know what? Pagi ini, orang tua murid privatku transfer biaya les. Dan mereka melebihkan fee dari yang seharusnya. 

 

Lega. Alhamdulilah. 


Doa untuk Kalian Hari Ini

 


Invisible: Apa rencanamu hari ini?

 

Me: Aku ingin mendoakan mereka. 

 

Invisible: Siapa?

 

Me: Orang-orang yang berada di circle-ku. 

 

Invisible: Doa apa?

 

Me: Aku akan meminta kepada Allah untuk meletakkan cahaya di hati mereka.

 

Invisible: Apa yang terjadi ketika hatinya ada cahaya?

 

Me: Ketika ada cahaya, maka hati mereka akan lapang dan luas. 

 

Invisible: Apa yang terjadi ketika hatinya lapang dan luas?

 

Me: Hatinya akan kembali ke negeri yang abadi, dan memisahkan dari dunia yang penuh tipuan, mempersiapkan diri dengan cara berbekal untuk menghadapi kematian, sebelum kematian itu datang.

Bolehkah Aku

 Dia diajak suaminya jalan-jalan dan berfoto. 

Tanganya digandeng suaminya. 

Dia ditelpon suaminya.

Dia dibimbing suaminya. 

Dia dijaga suaminya. 

Perasaanya dihangatkan oleh suaminya. 


Tuhan, bolehkah aku meminta cinta seperti yang mereka dapatkan?