Belajar Jualan

Siang ini aku sedang berada di antrian bank. Bukan mengurus ATM. Bukan mendaftar mbanking. Bukan pula membuka tabungan baru.

Aku sedang mengantri untuk mencairkan sejumlah uang. You know kan, it's not just little amount sehingga aku harus mengambilnya di teller. 

Ini semua masih seperti ilusi. Baru beberapa pekan yang lalu ngimpi biar diberikan kesempatan agar rekeningku ada saldo yang jumlahnya banyak. And it's happened. 

Meskipun hanya sebentar, dan ini bukanlah uangku. Tapi udah seneng. Merasa amat bersyukur bahwa, sekali lagi, Allah itu bener-bener ada. Allah bener-bener ngedengerin harapan-harapan hambaNya. Allah sekali-kali tak pernah membiarkan doa-doa hambanya tidak dieksekusi sama sekali. Allah itu bener-bener yang palinv berintegritas lah.

Meskipun ini baru transaksi dengan laba yang kecil. Ga masalah. Aku menerimanya dengan penuh syukur. 

Semoga ke depan akan banyak lagi projek-projek seperti ini. Semoga kelak aku menjadi pedagang yang jujur dan penuh amanah serta banyak keberuntungan.


Solo, 6 Agustus 2021
13.30

Semrawut

 

Pinterest

Beberapa hari ini agak semrawut hariku.

Banyak yang harus dikerjakan.
Menanggapi komplain customer.
Mengurusi proyek pesanan buku.
Menyelesaikan deadline kerjaan menulis.
Menyiapkan materi ngajar.
Membuat e-sertifikat dan mengirimnya ke semua peserta Lomba Membacakan Nyaring one by one.
Mengikuti tantangan Go Ideal 7 Days which is aku harus nyiapin meal plan dan mengalokasikan waktu untuk olahraga. 


Alhamdulilah. Sibuk lebih baik daripada ga sibuk. 
Menurutku, kesibukan adalah rahmat dari Allah. Allah tidak ingin kita disibukkan oleh perkara-perkara yang tidak bermanfaat. Makanya Allah berikan kita kesibukan. Lelah yang nikmat. 


Klaten, 4 Agustus 2021
22.45

Obrolan Sahur Bersama Ponakan

Hari ini hari Senin. 
Aku dan ketiga ponakanku melakukan puasa sunnah Senin.

Motivasi kami adalah agar kami punya amalan tersembunyi yang dibanggakan di hadapan Allah dan biar bisa masuk surga lewat pintu Ar Rayyan.

Aku bersyukur anak-anak pada mau bangun sahur. Aku sengaja masak makanan enak agar mereka berselera untuk makan. 

Pas selesai makan, dan waktu sahur masih sisa, aku menyempatkan berdoa.
Setelah selesai, aku mengajak ponakanku berdoa. Aku katakan kepada mereka bahwa waktu sahur adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Ponakanku yang perempuan protes, "Masak sih Te? Selama ini aku berdoa di waktu mustajab, tapi juga ga dikabul-kabulkan permintaanku."

Glek. Aku langsung teringat diriku yang juga pernah mengeluhkan hal tersebut. Bedanya kalau ponakanku itu berbicara dengan ringan hati, namun kalau aku dengan perasaan putus asa dan hampir tak percaya.

Oh, tapi itu sudah berlalu. Sekarang aku merasa berbeda. Ketika perasaanku itu muncul, aku selalu meminta kepada Allah agar ditunjukkan kebesaranNya sehingga aku kembali percaya akan doa.

Tetep semangat ya Tami.
Yang penting sekarang adalah beramal sholih. Fokuslah hanya pada itu. Ikhlaslah hanya pada itu.

Apakah kamu ingat perkataan Ustadz Nuzul Dzikir? Kata beliau, kalau ada kendala dalam beribadah, itu berarti kita diminta Allah untuk melakukan ibadah yang lain. Sabar contohnya.


Klaten, 2 Agustus 2021
23.18

Dzhulhijjah 1442

Sore ini begitu tenang.
Aku duduk di kursi kamarku di dekat jendela yang terbuka.
Air semilir lembut membuat gorden melambai-lambai. Sayang jika sore ini dilewatkan tanpa menghirup udara sedalam-dalamnya merasakan dengan pelan kedamaiannya.

Sore ini 22 Dzhulhijjah. Bulan yang sangat kupercaya sebagai bulan spesial. Bulan haram yang jika kita melakukan banyak amal sholih, maka Allah akan kabulkan. Bulan yang kupercaya, doa-doa akan banyak Allah kabulkan lantaran amal-amal sholih dan kedekatan yang sudah dibangun dengan Allah.

Aku akan bercerita tentang Idul Adhaku yang mana selalu sakral dan istimewa buatku. 

Idul Adha kali ini rame. Ponakan dan kakak-kakakku ada di Klaten. Mereka tidak bisa pulang karena terjebak aturan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang dilaksanakan pada pertengahan bulan Juli hingga awal bulan Agustus 2021. Akhirnya, daging-daging yang mendarat ke rumah pun bisa dinikmati oleh ponakan. Kegiatan sate menyate lebih seru. 

But you know, tapi secara global, Idul Adha kami kurang seru. Karena pada hari-hari itu, lagi musim orang meninggal. Bahkan di hari H, tetanggaku ada yang meninggal karena Covid. Beberapa orang di beberapa kampung di sebelah juga banyak yang meninggal. 

Solat Idul Adha jamaahnya terbatas. Banyak tetangga yang sedang menjalankan isoman di rumah masing-masing. Mecekam dan terasa sedih melihat kondisi itu. Seketika aku meniatkan untuk tidak melihat hewan kurban yang disembelih hari itu. Tidak apa-apa tidak merasakan suasana berkurban. Menjaga prokes lebih utama.

Tapi, itu hanyalah rencana. Tipe masyarakat di kampungku adalah tipe yang tidak bisa dikekang-kekang. Prokes tidak dijalankan maksimal. Banyak orang tetap berkerumun, meski memakai masker. 

Menjelang siang, hatiku terpanggil untuk pergi ke tempat penyembelihan hewan kurban. Sampai sana, pas hewan kurban keluarga kami yang akan disembelih.

Here we are sapinya. Kata warga sekitar, itu sapi dari kemarinnya sore terus meraung-raung. Berisik sekali. 

Lalu aku mendekatinya. I talked to him. I asked him to say takbir together.

Aku merasa dia makin tenang. Dia berhenti meraung. Aku percaya hewan punya naluri. Dan entah kenapa aku selalu senang berbicara dengan hewan. Aku berharap dia nanti gampang ketika mau disembelih. Nurut dan tidak menyusahkan penjagal.
Semoga dia melihatku. Semoga dia sampai ke Allah dan menyampaikan namaku dihadapan Allah nanti.
Look. He was a good boy. Ga berontak sama sekali.
Dia nurut layaknya Nabi Ismail a.s. Ketika itu adalah perintah Allah, maka ia hanya akan berkata "Aku dengar dan aku taat." 
Tidak sedikitpun terbesit for asking "Whyyy".
Taat tanpa tapi.
Bismillah. Allahuakbar.
"Ya Allah, rabbana taqabbal minna. Terimalah amal ibadah kami."

Dan doaku masih sama hari itu. Aku minta jodoh. Aku ingin menikah.



Klaten, 1 Agustus 2021
17.10

Hanya ke Allah


Dulu ada seorang guru yang mengajariku sebuah pelajaran yang amat berharga.

Jika kamu sedih, curhatnya ke Allah.
Jika kamu punya keinginan, minta juga ke Allah.

Aku mempraktikkan nasihat dari guru tersebut.

Aku merasa tenang dan merasa suara hati benar-benar didengar dengan sebaik-baik pendengaran. 

Innova Reborn


Allah tu benar-benar Maha Mendengar ya.
Dulu, aku bersolawat dan dengan yakin bahwa doaku dan harapanku akan dikabulkan Allah. 

Aku selalu bersolawat ketika melihat mobil Innova Reborn. Aku pengen memilikinya. Aku pengen naik mobil itu.

Aku sudah lupa kapan tepatnya keinginan itu muncul.
Aku juga lupa sudah berapa lama aku berdoa dan sudah berapa kali bersolawat.

Hari ini, 8 Zulhijah, 18 Juli 2021, Allah perkenankan doa itu. Aku naik mobil innova reborn. 

Alhamdulilah.

Salam mimpi besar.

Doaku


Beri aku waktu sedikit lagi.
Biar aku bersihkan dosa-dosa ini.

Aku tak siap untuk mati hari ini. 
Beri aku waktu sedikit lagi.