| Tami and Linda Mustaghfirrah. Semoga Allah senantiasa jaga Linda dan keluarganya. |
| Tami and Linda Mustaghfirrah. Semoga Allah senantiasa jaga Linda dan keluarganya. |
Setelah sepekan yang melelahkan, memang perlu kiranya untuk pergi ke suatu tempat yang quite far away (but not too far) and quite quiet. Salah satu lokasi yang cocok untuk dikunjungi adalah Selo, Boyolali. Selo ini terletak antara Magelang dan Solo, lebih tepatnya adalah di lereng Gunung Merbabu. Bisa kamu bayangkan kan how calm it is. Sejuk, dingin, tenang. Sangat cocok untuk healing. Nah, jika kamu pengen menginap disana, nih ada dua penginapan yang oke banget untuk dikunjungi. Kubilang oke karena tempat mereka strategis. Dekat dengan apapun yang lagi nge-hits di Selo.
1. D'Highland
Kayaknya nih diantara beberapa penginapan di Selo, penginapan ini yang ter-paling. Ada glampingnya, ada villanya (yang satu rumah gitu, namanya Garden Hills), dan ada restorannya. Sayang sekali pas aku berencana menginap disana, semuanya full-booked. Akhirnya cuma bisa dateng ke restorannya aja yang namanya Kadung Tresno Kopi.
Di D'Highland ini yang sering laku itu ini, Glampingnya. Cukup murah kawan, cukup 350k untuk dua orang. Fasilitasnya juga lengkap. Jika nambah satu orang, maka kena charge 100k.
Oh ya, karena aku ga nginap sana, aku mau cerita aja soal restonya ya. Aku kesana itu sore hari dimana kabutya pada turun. Dingin, enak, tapi ruameeeny pool. Aku kudu ngantri agar bisa dapet tempat duduk. Tempat yang jadi favorit itu di rooftopnya karena mountain view. Look at my pictures below.
2. Omah Kita
Nah, waktu dikabari sama adminya D'Highland kalau kamarnya sudah habis, langsung kutanya tempat penginapan di dekat situ. Adminya baik, lalu ngasih rekomendasi di Omah Kita. Ya Allah, alhamdulilah masih ada kamar kosong di Omah Kita.
Omah Kita ini letaknya cuma beberapa meter aja dari D'highland. Mungkin hanya sekitar 150 meter. Cukup dengan jalan kaki. Seneng kan.
Tapi emang di Omah Kita harganya lebih mahal sih. Ada beberapa kamar disini.
![]() |
| Ada kursi dan mejanya. |
![]() |
| Ada coffee set, tea set, amnesties, dan air mineral. |
![]() |
| Penampakan luarnya. |
![]() |
| Tempat buat nyantai. |
![]() |
| Restonya |
![]() |
| Restonya |
Begitu dulu review dan rekomendasi dari aku ya. Jaga hati, jaga diri. Jangan sedih berkepanjangan. Selamat berlibur. Semoga tulisan ini bermanfaat.
Aku bekerja di sebuah institusi, an old institution. And old mind, as well. Karena ditempatku budaya saling bersaing itu masih kental terasa. Sebagai sebuah perusahaan, bukan bersinergi, melainkan ingin terlihat paling baik sendiri di tiap bagian, divisi, ataupun departemen.
Menurutku, budaya bersaing yang masih menempel itu membawa kebiasaan untuk saling menyalahkan orang lain. Jika sedang ada masalah menerpa, maka pembicaraan itu cenderung mencari kambing hitam. Bahagia gitu kayaknya kalau melihat orang lain yang menjadi pihak yang tersalahkan. Mengutuki kegelapan, bukan menyalakan harapan. Bikin suasana negatif makin negatif kan?
Padahal they are part of us. Jika ada bagian dari diri kita yang buruk misalnya, apakah kita akan membuatnya terpuruk? Gak kan. Menurutku lagi, mereka yang suka menyalahkan orang lain secara terang-terangan dan verbal adalah mereka yang tidak dewasa.