[NHW 2] Checklist Indikator Profesionalisme Perempuan


"Bersungguh-sungguhlah kamu di dalam, maka kamu akan keluar dengan kesungguhan itu, 
tidak ada hukum terbalik"
-Dodik Mariyanto-
Bismillahirahmanirahim.
Assalamua'alaikum wr. wb.
Alhamdulilah saya sudah memasuki NHW sesi kedua tentang Menjadi Ibu Profesional Kebanggaan Keluarga. Pas saya buka kiriman materi tersebut di google classroom, saya langsung amazed dengan quote yang menyertainya. Ya, quote dari bapak Dodik Mariyanto, suami Ibu Septi (foundernya IIP). Tentang kesungguhan. Pas banget sama jurusan yang ingin saya tekuni di Institute Ibu Profesional ini yang saya utarakan beberapa waktu lalu di NHW sesi pertama. Hihihi, diri ini jadi merasa berjodoh begitu.

Alhamdulilah. Setelah melalui jalan yang berliku dan mengalami proses jatuh bangun berkali-kali, sampai saat ini saya masih berstatus single. (Welah, malah curhat...hihihi). Saya belum bersuami dan belum mempunyai anak. Mengikuti IIP ini saya jadikan ajang meningkatkan khusnudhon kepadaNya, ajang memantaskan diri, dan ajang mengikuti nasihat salah satu orang saleh yang bernama Al Hafidz Al Aini dalam kitab Sahih Bukhari "ilmu adalah syarat sah ucapan dan perbuatan. Ucapan dan perbuatan tidak akan dinilai kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu, ilmu didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Karena ilmu yang akan men-sahkan niat, dan niat adalah yang men-sahkan amal"

Dan, tugas apakah yang ada di NHW 2 ini?
Taraaaaa...ini dia. Tugasnya adalah membuat checklist indikator profesionalisme seorang perempuan sebagai individu, istri, dan ibu.

Untuk keterangan apa itu profesionalisme ala IIP, kalian bisa mencari dari berbagai sumber ya. It's googleable kok. Banyak senior yang sudah menuliskanya.

Nah, berhubung saya belum berada pada peran istri dan ibu, maka saya akan menggunakan kata seandainya. Seandainya saya jadi seorang istri, saya nanti akan bla bla bla. Seandainya saya menjadi seorang ibu, saya nanti akan bla bla bla.

1. Indikator Profesionalisme Seorang Individu
 Dalam profesionalisme sebagai seorang individu, maka saya akan memandangnya sebagai profesional dihadapan Sang Pencipta. Kesungguhan dalam menjadikan diri saya seorang hambaNya. Nah, kesungguhan tersebut saya coba akan ukur dengan melakukan beberapa hal berikut ini.
No

Nama Kegiatan

Waktu

Keterangan
Tercapai
Tidak Tercapai
1
Solat awal waktu
Setiap hari


2
Solat sunnah ba'diyah dhuhur
2rakaat/hari


3
Solat sunnah bad'diyah maghrib
2rkaat/hari


4
Solat sunnah ba'diyah isya
2rakaat/hari


5
Solat sunnah qabliyah subuh
2rakaat/hari


6
Solat witir
2rakaat/hari


7
Solat dhuha
4rakaat/hari


8
Solat tahajud
4rakaat/hari


9
Puasa senin kamis
2x/pekan


10
Sedekah uang
Min 2x/pekan


11
Membaca Al Quran
1juz/hari


12
Membaca arti Al Quran
Min 2lb/hari


13
Hafalan
1ayat/hari


14
Dzikir pagi petang
2x/hari


15
Dzikir
Setiap waktu


    16
Senam/Olahraga
20min/3x/pekan


    17
Maskeran wajah
1x/pekan



2. Indikator Profesionalisme Seorang Istri
Well, sampai pada bagian kedua ini, saya akan mulai kata “seandainya”.  Well, saya ingin menjadi istri terbaik untuk suami saya kelak. Istri yang menyejukkan pandangan mata dan menyenangkan hatinya. Nah, indikator keberhasilanya menurut versi saya adalah sebagai berikut:

No
Nama Kegiatan
Detail
Keterangan
Tercapai
Tidak Tercapai
1
Mampu menempatkan diri dalam situasi
Setiap tahajud berdoa untuk hari tersebut mampu melakukanya


2
Berwajah teduh dan tenang
Setiap tahajud berdoa untuk hari tersebut mampu melakukanya


3
Berwajah cantik dan awet muda
Doa di awal subuh, sambil minum air putih, olahraga rutin


4
Berwajah bersih dan sehat
Tiap dua bulan sekali ke dokter kecantikan


5
Berkata-kata sopan
Selalu doa minta petunjuk untuk berkata-kata baik


6
Diam ketika suami marah
Doa minta petunjuk


7
Berbusana menarik ketika bersamanya
Selalu tanya kesukaan suami, sering google baju bagus


8
Membuat juz setiap hari untuknya
Jus buah mix sayur


9
Memasak makanan kesukaanya
Usahakan tiap hari masak, tidak jajan


10
Olahraga bareng tiap pagi
1x/pekan


11
Meminta maaf ketika melakukan kesalahan (Usahakan masalah selesai dalam sehari)



12
Candle light dinner
1x/bulan


13
Berfikiran positive, tidak mudah baper
Latih terus untuk tidak baper


14
Meminta ijin selalu kepada suami
Untuk hal terkecil sekalipun


15
Nurut ketika suami memerintah
Selama perintahnya itu baik




3. Indikator Profesinalisme Seorang Ibu


Hehe, menulis opsi 2 dan 3 agak berat, karena memakai kata seandainya. Sesuatu yang belum saya alami. Baiklah, bismillah. 


No
Nama Kegiatan
Detail
Keterangan
Tercapai
Tidak Tercapai
1
Aktif membeli buku dan membacakan cerita
Sebulan sekali ke toko buku


2
Membiasakan diri doa sebelum tidur
Setiap waktu


3
Membiasakan diri doa  setelah bangun tidur
Setiap waktu


4
Membiasakan diri doa sebelum makan
Setiap waktu


5
Membiasakan diri doa setelah selesai makan
Setiap waktu


6
Membiasakan diri mengucap basmallah ketika mau melakukan aktivitas
Setiap waktu


7
Membiasakan doa sebelum masuk kamar mandi
Setiap waktu


8
Membiasakan doa setelah masuk kamar mandi
Setiap waktu


9
Membiasakan doa ketika menguap
Setiap waktu


10
Membiasakan doa ketika ada orang bersin
Setiap waktu


11
Membiasakan doa ketika bercermin
Setiap waktu


12
Membiasakan doa sebelum membaca buku
Setiap waktu


13
Memberikan apreasiasi kepada anak
Setiap waktu


14
Diam ketika anak bikin ulah yang memicu marah
Setiap waktu


15
Memberikan makanan bergizi pada anak
Setiap waktu


16
Membelikan mainan edukatif
Seperlunya. Minimal 1 bulan sekali


17
Menyediakan pakaian yang pantas
Pinter pinter nabung


18
Membiasakan diri mendoakan orang yang ditemui di jalan
Untuk melatih kepekaan sosial pada anak


19
Membiasakan diri pergi ke masjid
Agar anak terikat hatinya ke masjid


20
Mengidentifikasi kebutuhan dan minat anak
Baca buku untuk tau lebih mendama ttg anak


21
Membiasakan diri bersilaturahim
1x/bulan






Penundaan


Baluran, East Java
Bismillah.

Biarlah orang berkata apa, saya tidak peduli.
Memang begitu dunia ini.
Mereka mempunyai hak untuk berkata apapun.
Terima saja. Senyumin saja.
Yang bermanfaat di ambil, yang sampah buanglah.

Saya hanya akan percaya pada satu hal.
Perkataan yang disampaikan oleh Gurunda Salim A Fillah.

"Barangkali sesuatu ditunda karena hendak disempurnakan. 
Dibatalkan karena hendak diganti yang utama.
Ditolak karena dinanti yang lebih baik"

Allahua'lam bi showab.

Pulih

Kau ingin aku beri kabar?

"Tentang siapa?", tanyamu.

Tentang aku.

"Kabar apa?", lanjutmu.

Yang patah sudah tersambung.
Yang robek sudah terjahit.
Yang sempit sudah melapang.
Yang kotor sudah dibersihkan.

"Kamu hebat. Aku salut", pujimu.


Be You

Be blessed.
Be brave.
Be you.

NHW #1 Adab Menuntut Ilmu (Kelas Matrikulasi IIP Jateng Batch 6)


"Menuntut ilmu adalah salah satu cara meningkatkan kemuliaan hidup kita, 
maka carilah dengan cara-cara yang mulia

Bismillah. 
Assalamualaikum. Selamat Pagi. Kembali saya mengudara di ruang ini. Ruang ekspresi hati tanpa tepi. Menjadi diri sendiri tanpa ditutup-tutupi. Hihihi. Alhamdulilah hari ini saya sehat. Keluarga saya masih lengkap. Tidak perlu khawatir karena insyaAllah hari ini saya masih dicukupkan untuk bisa makan hingga nanti malam. Tidak perlu risau karena hari ini saya masih mempunyai sesuatu yang bisa untuk dibagi. Ya, dan tidak perlu bersedih karena hari ini saya masih berada dalam lingkaran kelas ilmu yang senantiasa memberikan pelita bagi jalan yang kadang terasa buntu. Huhuhu.

Alhamdulilah. 
Temans, di kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional yang sedang saya ikuti, ada tugasnya lho ternyata. Iya. Semacam kuliah beneran. Ada PeEr nya. Nama bekenya adalah NHW which stands for Nice Homework. Tujuanya diberikan NHW ini adalah untuk mengikat ilmu yang sudah diberikan.

Dan, marilah saya akan mulai mengerjakan tugasnya ya.

Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di Universitas Kehidupan ini.
Jurusan Ilmu Kesungguhan. Ya, saya akan memilih Jurusan Ilmu Kesungguhan di Universitas Kehidupan ini. Jurusan Ilmu Kesungguhan adalah jurusan ilmu untuk mengajak mahasiswanya untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan aktivitas yang dilakukanya. Fokus. Be 100%. Totalitas. Kaffah.
Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
 Saya membutuhkan ilmu tersebut. Merefleksi beberapa pengalaman masa lalu, satu faktor yang saya sadari menghambat keberhasilan dalam suatu proses adalah karena saya tidak bersungguh-sungguh. Contoh kecil adalah soal perawatan wajah di klinik kecantikan. Saya berganti-ganti dari satu klinik ke klinik lainya. Tapi hasilnya nihil. Wajah saya masih kusam dan berjerawat. Itu bukan karena klinik kecantikanya yang salah (well, saya memakai klinik yang sudah terkenal di kota, haha). Tapi itu karena saya yang tidak bersungguh-sungguh dalam menjalani prosesnya. Cara mencuci muka saya tidak benar. Sabun yang dipakai terlalu sedikit. Krim pagi dan malam tidak saya pakai secara rutin. Dan lain-lain.

Itu baru dari hal sepele. Hal yang lebih besar lagi adalah soal beriman kepada Allah. Saya belum 100% beriman kepadaNya. Saya belum bersungguh-sungguh dalam taat kepadaNya. Masih ada aspek-aspek dalam kehidupan ini yang belum sesuai dengan apa yang Dia perintahkan. Padahal, untuk menujuNya dengan selamat, perlu adanya kesungguhan dan keseluruhan dalam melaksanakan segala perintahNya. Haqqa tuqatihi. Sebenar-benar takwa. 

Alhamdulilah, Allah Yang Maha Pengasih memberikan saya pemahaman bahwa kampung akhirat adalah tempat keabadian kita. Disana ada Surga, tempat kebahagiaan sejati berada. Saya ingin berada disana. Dan untuk mencapainya tidak bisa dengan serta merta. Harus dengan kesungguhan.

Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut.
1. Berdoa
Saya sungguh mengakui I'm nothing. Saya tanpa Allah maka saya nothing. Langkah pertama adalah saya akan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah meminta apapun yang berkaitan dengan ilmu yang sedang saya pelajari. Saya akan minta petunjuk, kesabaran, kekuatan, dan kemudahan. 

2. Mengelilingi diri dengan orang-orang sevisi
Saya orangnya mudah sekali tertular. Maka saya akan surround myself dengan orang-orang yang mampu menyemangati saya untuk terus bersungguh-sungguh dalam segala amal yang dikerjakan. 

Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
5 hal yang harus saya perbaiki dalam proses mencari ilmu adalah sebagai berikut:
Yang pertama adalah saya harus memperbaiki niat dulu. Niatnya harus semata-sama karena Allah. Agar Allah ridho. Agar Allah tersenyum melihat saya. Agar Allah cinta kepada saya. Bukan karena yang lain. Bukan karena manusia. 
Yang kedua adalah saya harus menghalau jauh-jauh sikap merasa sudah lebih tahu. Ya, saya akan mengosongkan gelas terus-menerus ketika akan memasuki majelis ilmu.
Yang ketiga adalah bersungguh-sungguh. Saya akan membaca baik-baik materi yang diberikan. Mengerjakan tugas dengan tidak seadanya. Mengulang-ngulang materi yang sudah diberikan dengan mencatatnya kembali.
Yang keempat adalah menghormati guru dan mencari ridho guru. 

Allahumma inni as aluka 'ilman nafi'an. 
Allahummangfa'ni bima 'allam tanii, wa'allamnii maa yangfa'ni, wa zidnii 'ilma.



Solo, 2 Agustus 2018.
20 Dzulqa'dah 1439