The Ministry of Illumination

Hasil gambar untuk embarrassing moment 


Every Wednesday, I got a civics lesson from Mr. Sudibyo. He was considered as the funniest teacher of grade XII in SMA N 1 Karanganom. The students in class XII IS 2 were enthusiastic with him so that we always paid attention to his explanation.  

One day on Wednesday, as usual, he made our classroom became so cheerful. He explained about the principle of democracy and the implementation in our country as well. He also added the procedure of doing protest. 

In the mid of his explanation, my attention was suddenly broken by something. I lost my pen which was the only one I brought to school. I was panic. I moved my chair a bit, and tried to look for it under the chair by using little gesture so that Mr. Sudibyo did realized. Yet, I cannot control my gesture. I bowed and searched my pen under the chair with ignoring Mr. Sudibyo’s explanation.

And then,,

Hey, Cah Mbutoh, sopo jenenge?”, asked him.
He knew that I was a Butuh’s villager but I thought he did not know my name, so he just called me by the name of my village. So, I presumed that he wanted to know my name first and then asked me about the lesson.
“Uli Tri Utami, Pak?” I answered with full off confidence.

All of my classmates laughed at me, even my friend besides me did horselaugh. I got confused, and my face turned into the stupid face by being open-mouthed. Did I make any mistakes?

Aduh aduh, lha koq Uli Tri Utami tho”, Mr. Sudibyo still kept laughing and responded with that question.
Heh? I must have had a silly thing. Then I asked my friend who were still laughing until crying.
Hey, Sit, kenapa he? Salah pow jawaabanku?”, I aksed.
And then she answered, “Ya Allah Mi, tadi kowe ditakoki sopo jenenge Menteri Penerangan jaman Soeharto. Lha koq jawabane malah Uli Tri Utami”. 

You know what, the public (red:my classmates) assumed that I was making a joke because I did not know the real name of the Ministry of Illumination. No, that was not true. I really did know what did Mr. Sudibyo mean. I just heard that he asked my name. Kwkwkwk. 

Oh my God. How terrible I was! I thought that was the most ashamed day of my life.

My Major



 Hasil gambar untuk learning english cartoon
Ketika aku berkenalan dengan orang lain, beberapa pertanyaan yang sering diajukan adalah “Kamu dulu kuliah dimana?”, “Angkatan berapa?”, “Jurusan apa?”, dan lain lain. Ketika aku mengatakan bahwa jurusanku adalah pendidikan bahasa inggris, general respond yang sering terjadi adalah “Waah, bahasa inggris, pasti kamu jago yak?”, dan “Ajarin aku donk”. Dan ketika orang orang pada minta untuk diajarin bahasa Inggris, spontan kujawab, “Ayok”, “Kapan?”, dll. Namun kenyataannya, tidak ada yang menghubungiku setelah itu.

Dan, itulah fakta orang orang disekitar kita, suka basa basi untuk biar kelihatan akrab. Never mind. Aku juga sering melakukanya koq. Hihi.

Speaking of learning, aku sebenernya sangat ingin berbagi pengetahuan yang kupunya. Bukan untuk alasan finansial, namun untuk melatih ketrampilan mengajar saja. Jadi sebenarnya, ketika orang orang pada basi basi untuk minta diajarin, I did meant that.

Namun, bagiku, yang namanya menuntut ilmu itu, sejatinya bukan pengajar yang menawarkan, namun sang pencari ilmu lah yang harus berlelah lelah untuk mencari pengajar tersebut. Seperti Imam Syafi’I muda yang rela untuk berjalan jauhnya untuk berguru kepada Imam Malik. Karena keyakinan inilah, aku enggan untuk menghubungi para pencari ilmu yang katanya ingin belajar bahasa Inggris padaku.

Oh ya, berbicara tentang mempelajari bahasa Inggris yang masih merupakan foreign language di Indonesia, tentunya para penuntut ilmu masih akan kesulitan untuk mempelajarinya karena lingkungan kita masih jarang menggunakannya. Akan tetapi, kesulitan kesulitan tersebut bisa diatasi dengan beberapa strategi pembelajarannya. Berikut ada 7 rahasia bagaimana mempelajari bahasa asing yang diadopsi dari sebuah artikel di blog.ted.com.

Pertama, get real. Mulailah dengan hal yang sederhana. Kamu bisa memulainya dengan mencatat 30 kata dalam bahasa inggris, kemudian cobalah untuk menggunakanya dalam percakapan dengan kawanmu baik written atau spoken.
 
Kedua, make it as life style. Jadikanlah pembelajaran bahasa ini sebagai gaya hidupmu dan sebagai kebiasaanmu sehari hari. Kamu harus konsisten dan komitmen dalam kontinuitas belajar. Meski kamu sedang sakit, atau lemah, cobalah untuk terus mempraktikan kata kata yang sudah kamu catat tadi dalam berbicara, baik secara lisan maupun tulisan. 

Ketiga, play house with language. Ciptakanlah rumahmu menjadi English house. Kamu bisa melabeli semua peralatan dalam rumahmu dengan bahasa Inggris. Kebiasaan kamu melihatnya, dan juga menggunakannya akan mengasah kemampuanmu untuk memperkaya vocabulary dalam bahasa inggris.

Keempat, set your mind. Berfikirlah bahwa dengan mempelajari bahasa Inggris, maka kamu sedang membuat kunci untuk memasuki pintu gerbang pengalaman baru. Bayangkanlah kamu akan bisa berbicara kepada orang asing dari berbagai Negara dan akan mendapatkan banyak informasi tentang kehidupan social budaya dari negara negara di dunia.

Kelima, make new friends. Fungsi dari bahasa adalah berkomunikasi dan menyampaikan pebukan? Untuk itulah, mempunyai teman untuk bercakap cakap adalah hal yang penting dalam upaya berlatih kemampuan berbahasa asing kita. 

Kelima, Do not worry about making mistakes. Kebanyakan orang yang belajar bahasa inggris, malu untuk mempraktikkan bahasa inggrisnya. Stop! Bunuhlah rasa malu itu. Teguhkanlah niatmu untuk belajar. Orang lain malah akan sangat respect dengan usahamu yang mungkin terkadang masih salah salah itu. 

Semoga bermanfaat ya Teman. Jika kamu ingin menjadi penpalsku dalam belajar bahasa inggris, it would be lovely.

in • tu • ition



 Hasil gambar untuk intuisi
Memasak adalah kegiatan yang kusukai selama berlibur dirumah. Bagiku, memasak adalah hal yang pas untuk kita memanjakan diri kita. Dengan memasak, stress kita kadang bisa tergerus perlahan lahan. Dengan memasak, kita bisa memberikan kesempatan kepada orang lain (red:tetangga) untuk merasakan masakan yang belum pernah mereka coba sebelumnya. Dengan memasak, kita bisa melatih salah satu ketrampilan hidup. Dan, dengan memasak, kita sejatinya belajar untuk menjadi seorang partner terbaik untuk teman hidup kita. Aseeek.

Pada suatu waktu liburan dirumah, aku mendapat giliran berpuasa. Namun, aku sedang malas untuk menghabiskanya dengan membaca Al Quran, membaca buku, atau menulis. Maka aku putuskan untuk memasak resep baru saja, yakni membuat keripik kacang. Biasanya, kalau sedang berpuasa, maka aku menyuruh orang dirumah untuk merasakan takaran bumbu yang kubuat, jadi kalau kurang, bisa langsung ditambahi. 

Namun,hari itu, tidak ada orang dirumahku. Terpaksanya, aku mengira-ngira takaran bumbu yang akan kumasukkan ke dalam adonan. Yup, aku hanya mengira ngira. Untuk hasil rasanya, tidak tau lah. Niatku hanya memasak, tidak untuk menghasilkan masakan yang lezat. Jelek jeleknya, paling kurang asin, atau malah terlalu banyak garam.

Ditengah perjalanan memasak, ada salah seorang tetanggaku datang, dan ia menghampiriku. Kumanfaatkanlah kehadiranya untuk merasakan sedikit hasil karya yang sudah jadi. Jadi, jikalau ada yang salah dengan takaran bumbunya, masih bisa untuk di perbaiki.  
Wah, koq yo isoh masak kowe mbak..uyahe karo tumbare pas!”, ungkap tetanggaku.

Wah, serius? Aku merasa aku bahagia mendengar pengakuan dari tetanggaku tersebut. Aku hanya sekedar mengira-ngira ukuran bumbunya, dan ternyata pas.

You know what, aku tertiba teringat dengan Riri Reza, salah satu sutradara kondang di negeri ini. Pada sebuah acara, Riri Reza mengungkapkan bahwa ketika jalan jalan ke sebuah tempat makan, dia melihat orang di seberang mejanya, dan kemudian merasa dan berfikir bahwa orang tersebut akan menjadi pemeran yang cocok untuk sebuah film yang sedang digarapnya waktu itu. Dan benar juga, filmnya yang berjudul laskar pelangi akhirnya membludak di pasaran. 

Ibu Retno Lestari Marsudi, Menteri Luar Negeri RI di masa pemerintahannya Jokowi, yang juga sudah sangat ahli dalam hal diplomasi, pernah mengungkapkan sebuah pernyataan di sebuah acara yang dipandu oleh Marisa Anita, Satu Indonesia. Beliau mengatakan bahwa sesama diplomat yang sudah senior, maka dia akan bisa mengetahui apakah perkataan lawan diplomasinya itu bernada marah, atau tidak. Dan itu hanya bisa diketuahui oleh mereka yang benar benar sudah paham dalam komunikasi antar para diplomat.

Riri Reza, Ibu Retno, dan takaran bumbuku, memberiku sebuah pemikiran tentang yang namanya intuisi.

in • tu • ition means the ability to know something by using your feelings rather than considering the facts. Jadi intuisi adalah sebuah kemampuan untuk merasakan sesuatu berdasarkan perasaan kita. Dan ini hanya bisa diperoleh melalui latihan terus menerus. Semakin lama kita bergelut pada suatu bidang keahlian tertentu, maka kepekaan kita terhadapnya akan terasah menjadi tajam. Intuisi ini menjadi hal yang penting karena kita akan mengurangi tingkat kesalahan keputusan yang kuta buat, menempatkan sikap, dan tentunya akan memberikan hasil kerja yang jauh lebih baik.

Selamat berlatih untuk mengasah kepekaan pada keahlian masing masing!

P.S. Aku ingin ahli dalam bidang mendeteksi potensi anak didik. Jadi kuncinya, aku harus banyak berinteraksi dengan banyak anak didik. Bismillah.

Coquettish Skirt



 Hasil gambar untuk embarrassing expression cartoon
Beside arrogant, egoist, and fierce, I was bit coquettish. It’s just a bit not much. Kwkwk. It’s hard to admit it, but I needed to because it will link to my other shameful stories. 

I was lack of attention from my family. My parents were busy on getting money to survive. My sisters were busy on their friendship. I was not smart, funny, or even cute that perhaps did not attract people around me. And, finally, I was such attention seeker. Hahaha. Very bad. 

I was 11 years old, and I like spending my time playing with friends after school. And, there was a new handsome worker in my house. Oh ya, there were many man workers in my house previously. 

Though I was uncommunicative, I like trying to get the workers’ attention by laughing with friends, showing my ability like gardening, and doing something weird like using a beautiful skirt when playing. That afternoon, I rode my bicycle around the village. When I finished and felt tired, I decided to back home. I wanted to show to the workers that I was expert in cycling so I pushed the pedal with the high speed though I was passing the curve of my garage. 

Could you imagine what happened? Ok. Heh,,I cannot control my speed, and the brake was suddenly broken. I hit the pole in front of the workers hardly. My bicycle and I rolled back and the skirt as well.
P.S. The little me was not using pant. I was embarrassing so badly.

Dirty Plate



 Hasil gambar untuk embarrassing moment cartoon

Since it’s considered as awkward moments in my life, I am going to write my stories using English. Though these stories will be mostly about shameful things, I still want to keep sharing these to you. Kwkwkwkw.

My first story is about dirty plate. It happened when I was still in grade 5. You know, I was kind of a person who was really conceited, fierce, and egoist. People around me realized this, and I did not care what people said. It drove people unwilling to talk with me and even just say hello. My sister always said that I was weird. Kwkwkw. Once again, I did not care.

Even, people in my home also were also unwilling to talk with me. You know, there was not only my family who stayed in my hut. There were workers as well. They usually spent the break time in the dining room to get lunch and watch television. 

That day, I was getting tired and hungry after playing with my neighbours. I came to my house and headed to the dining room directly. I did not care whether there were still workers there. I saw them enjoying the television and it meant they finished with their lunch. Therefore, I took a plate, rice, soup, and some side dishes. I did not talk to them, but I thought they were weird. Three of them noticed my gesture, and I heard sound of a giggle. I stared at them at glance, and then went away to fill my tummy.

I eat in the living room. I planned to finish my meal in the long time so that when I came back, the workers had gone already. 

As it was planned, when I came back, they were not there. And I put the dirty place in stack of other dirty places. And…what a hell! There were two stacks of plate there. I got confused which one was the dirty plate. Those were mostly same. The meal was soup, so if the eaters were too hungry, they, including me, would finish the meal until the rest. So, the plate would be likely clean as before.

Aaaaah..I knew why those workers laughed at me. It’s because of this apparently. I took the dirty plate to eat.