Beri Saya Peluang!

Akhir pekan kemarin, saya berkesempatan berbincang dengan beberapa teman lama dari berbagai sumber. Ada teman dari organisasi kampus, ada teman kontrakan, ada teman di masa pengabdian, ada teman kost-kostan, dan ada teman yang asal kenal. Mengobrol kesana kemari dengan berbagai topik pembicaraan. Salah satunya adalah tentang pekerjaan kita masing-masing. Saya dan mereka, kebetulan kami berada pada kisaran usia biologis yang sama, mengalami masalah yang sama akhir-akhir ini.

Beberapa diantara masalah pekerjaan kami adalah:
1. Atasan yang kurang menghargai hasil pekerjaan kami
2. Tidak mendapat banyak peluang mengerjakan pekerjaan
3. Kurangnya pengarahan tentang pekerjaan yang harus dilakukan
4. Kelelahan, kebosanan, dan kemuakan dengan rekan kerja dan juga sistem pekerjaan

Dan pagi ini, saya mendapatkan sebuah artikel bagus tentang definisi masalah yang sedang kami hadapi saat ini. Yang sebenarnya adalah masalah yang mungkin terpicu karena tidak adanya awareness tentang perbedaan psikologis generasi antara atasan yang notabene adalah generasi X dan karyawan yang notabene adalah generasi Y. Artikel baca di sini

Beberapa hal yang saya garis bawahi di dalam artikel tersebut adalah:
1. Generasi milinium mempunyai dua kebutuhan utama di tempat kerja, yaitu: Pertama, mereka (red:saya) butuh diberikan contoh bekerja efisiensi agar meminimalisasi kesalahan. Kedua, memberikan apresiasi yang diberikan melalui peluang kerja.
2. Bensin para generasi Y, selain gaji yang menghidupi, adalah juga melakukan pekerjaan yang keren sehingga mereka merasa menjadi orang yang spesial dan berarti.

Happy Working!

Belajar Merasa


http://www.healthyhippie.net/wp-content/uploads/2012/03/5972202_f520.jpg

Rabu, 4 Mei 2016, pukul 16.15, nenekku meninggal dunia di usianya yang ke 95 tahun. Beliau sudah sangat sepuh dan sudah sakit (tidak bisa berjalan) sejak tiga tahun lalu.

Ketika simbok (panggilan akrabku kepada nenek) sakaratul maut, saya tidak berada di rumah, melainkan di kantor. Kira-kira 45 menit setelah nenekku dinyatakan meninggal, saya baru dikabari. Kaget. Namun hati saya semeleh. She was very nice three days before her time. Meskipun saya belum tau cerita bagaimana beliau meninggal, namun saya yakin beliau meninggal dalam kondisi yang sangat baik, dan di hari yang baik. (26 Rajab 1437H).

Saya baru sampai rumah maghrib. Rumah sudah dipenuhi dengan kursi dan lampu terang menyala di segala sudut. Banyak orang dirumah. Saya tidak mempedulikan mereka, namun langsung menuju ruangan tamu dimana simbok di tidurkan. Jasad beliau diletakkan di meja tinggi nan panjang dan diselimuti kain jarik (kain batik berbentuk persegi panjang). Saya tidak berani mendekati jasad beliau sendirian. Saya memanggil ibu untuk menemani melihat jenazah simbok.

Namun, jasad simbok sudah tertutup kain kaffan rapi, termasuk bagian wajahnya. Terakhir saya lihat wajah beliau sangat tirus. Banyak keriput dimana-mana. Sudah tidak mempunyai gigi sama sekali. Wajahnya putih bersih, dan bibirnya tipis indah. Beliau sangat cantik di usianya. Saya tidak meneteskan air mata, hanya berbisik dalam hati, "Simbok, yang bahagia ya di kehidupan sekarang. Semoga Allah mengampuni semua dosa-dosa".

Setelah cukup melihat jasad simbok, saya solat maghrib di kamar. Saya berencana menyolatkan jenazah simbok setelah solat magrib dan menunggu imam solat jenazah.

Tidak lama setelah solat maghrib, ada satu rombongan bapak-bapak dan ibu-ibu jama'ah mushola datang untuk menyolatkan. Saya bergabung dengan mereka. Harapan saya, semoga banyak orang yang melayat dan menyolatkan simbok.

Setelah solat, kami bebarengan membaca surat yassin. Saya mengikutinya. Niat saya, membaca Al Qur'an, sebagai amalan jariyah untuk leluhur.

Dalam hati saya bahagia, sebab banyak orang yang peduli dengan simbok. Mereka datang kerumah untuk menyolatkan simbok, dan berbincang kepada keluarga yang ditinggalkan untuk memberikan dorongan motivasi. Hari Rabu itu, tamu silih berganti datang hingga tamu terakhir pada jam 12 malam. Setelah itu semua orang pada kembali kerumah masing-masing untuk beristirahat. Ada beberapa orang yang tetap tinggal untuk menunggu jenazah simbok yang baru akan dikebumikan di hari Kamis nya.

Rumah kami menjadi sepi. Keadaan tersebut membuat saya mensyukuri kehadiran para pelayat itu. Kedatangan mereka membuat hati kami terobati setelah ditinggalkan oleh nenek kami. Kedatangan mereka membuat kami percaya bahwa we are not alone. Dan kedatangan mereka membuat kami merasa bahwa mereka menyayangi kami.

Hari Kamis, para pelayat kembali berdatangan. Ada keluarga jauh dekat, tetangga rumah, ada tetangga desa, ada teman bapak, ada teman ibu, ada teman paman, ada teman kakak, ada teman kakak ipar. Bahkan, ketika sudah selesai pemakaman, masih banyak orang-orang yang datang. Kami merasa bahagia dengan kedatangan mereka.

Hari itu, di hari kematian simbok, saya belajar hal yang paling berharga dalam hidup. Bahwa, ketika ada orang yang sedang kesripahan (ditinggal keluarganya meninggal), maka yang dibutuhkan adalah perhatian. Mungkin juga sama dengan ketika kita sakit, maka hal yang paling membahagiakan adalah perhatian.

Sejak saya menyadari hal itu, saya berjanji kepada diri sendiri, bahwa ketika saya mendengar atau mengetahui ada orang yang sakit atau kesripahan, maka saya akan berusaha untuk bersimpati dengannya. Kalau tidak bisa bersilaturahim langsung, minimal saya akan mengiriminya pesan singkat.

Sebab, berusaha membuat orang lain bahagia adalah passion saya.

Terakhir, semoga Allah memberkahi dan merahmati orang-orang yang datang kerumah kami. Semoga Allah meridhoi kita semua dan mematikan kita semua ke dalam surga firdausNya.


Cahaya Dalam Silaturahim

 Gambar 1: Merayakan Persahabatan
Lokasi: Museum Bank Indonesia
Pertengahan bulan April 2016, untuk kedua kalinya dalam satu tahun, saya di berikan tugas dari kantor untuk dinas ke luar kota.  Kunjungan kali ini adalah di kota Bogor, kota yang saya ingin sekali kunjungi.
Rasanya amat bahagia (red:bersyukur) sebab pekerjaan semacam inilah yang dulu pernah saya ingin jalankan. Sang Maha Menjawab Doa akhirnya menunjukkan kebesaranNya untuk kesekian kalinya.
Hati saya amat girang seperti burung yang dilepas dari sangkarnya. Sehari-hari saya hanya di kantor, di depan komputer dari pagi hingga malam, tanpa bertemu banyak orang baru. Hari itu, saya bisa bertemu banyak orang dari berbagai daerah, bertemu dosen, dan para pejabat Kementrian Pendidikan.
Acara kami waktu itu adalah merevisi buku-buku pelajaran dengan kurikulum terbaru. Mengganti yang belum sesuai, menambahkan bagian buku yg kurang, mengurangi bagian materi yang kebanyakan, hingga kesalahan ejaan. Saya dan teman-teman kantor berusaha bekerja semaksimal mungkin selama 3 hari demi mendapatkan hasil terbaik (selesai tepat waktu dan mendapatkan tanda tangan pengesahan dari tim seleksi).
Singkat cerita, pada hari terakhir acara (Jumat, 22 April 2016), buku-buku kami semua dinyatakan lulus. Alhamdulilah, kami semua lega dan berbahagia. There are guts, there are glory.
Dengan selesainya acara, maka tugas pekerjaan kami selesai. Teman-teman saya pulang pada hari Sabtu paginya. Namun saya, memilih untuk berpisah dari rombongan. Saya memilih menghabiskan weekend ke Jakarta.
Apa yang saya lakukan di Jakarta? Saya ingin bertemu para sahabat yang tinggal di sana. Beberapa kawan saya hubungi. Bahkan yang kurang akrab pun saya hubungin juga. "Tak apalah, niat saya silaturahim", ucap dalam diri.
Jari jemari sibuk melakukan perundingan ketemuan melalui pesan whatsapp, dan pada akhirnya hanya satu orang yang bisa saya temui, yakni Dita.
Yup, dia selalu bisa di andalkan untuk menampung saya di ibukota. Bertemu dengan Dita adalah hari-hari yang selalu saya tunggu. Kenapa? Sebab, tidak ada satu hal pun dari kami yang tidak kami tau. Kami saling tau kondisi keluarga. Kami saling memberi tau kondisi dompet. Kami selalu memberi tau kabar hati. Bahkan kami saling bercerita berapa hari dalam sepekan kita maskeran (apasih). Dan sebab terakhir adalah setiap percakapan dengannya selalu melahirkan pemahaman dan kekuatan baru.
Seperti pertemuan kemarin di bulan April itu. Pagi-pagi di hari Sabtu, di dekat halte Matraman Jakarta Pusat, kami makan ketupat sayur dipinggir jalan. Selama perjalanan menuju warung, kami bercerita. Entah awalnya dari mana, Dita kemudian bercerita panjang tentang takdir. Dia membagikan ilmunya tentang takdir yang dia dapatkan dari sebuah kajian.
 
 Gambar 2: Merayakan Persahabatan
Lokasi: Museum Bank Indonesia
"Ketika itu ada mbak-mbak yang bertanya tentang kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orang tua yang durhaka", Dita memulai ceritanya.
"Si Ustadz menjawab dengan sangat bijaksana. Bahwa bagaimanapun keadaan orang tua kita sewaktu kita lahir itu adalah takdir yang tidak bisa kita rubah. Termasuk mempunyai orang tua yang durhaka. Dan tugas kita adalah berusaha sebaik-baiknya untuk merubah takdir tersebut", Dita bercerita dengan sangat mengebu-gebu. 
Bolam kuning menyala-nyala dalam kepala saya sesaat setelah Dita selesai bercerita. Beberapa hari sebelumnya memang saya sempat mengeluh tentang kondisi orang tua yang suka marah dan tergesa-gesa mengerjakan sesuatu. Saya menyalahkan keadaan keluarga ketika saya juga mempunyai sifat suka marah, tergesa-gesa, dan rada keras.
 Namun, setelah percakapan tersebut berlangsung, mata saya terbuka kembali. Bahwa saya harus berikhtiar untuk merubah takdir. Sebab, begitulah sifat takdir, tidak bisa dihindari. Maka, setelah percakapan hari Sabtu pagi itu, semangat saya tumbuh kembali untuk merubah takdir terbaik. Merubah laku diri dan keluarga menuju yang lebih baik. Melatih untuk menahan amarah. Melatih untuk bersikap tenang namun tangkas dalam mengerjakan sesuatu. Dan melatih untuk berperilaku lebih lemah lembut lagi.
Alhamdulilah. Rejeki dalam silaturahim.  

UK, England, and Great Britain



Hey, apakah ada yang pernah terbesit dalam fikirannya pertanyaan seperti ini, “Apa sih perbedaan antara England, British, UK, English, Inggris, Britania Raya?”.
Saya juga pernah. Dari dulu sejak SMA malah. Namun belum punya greget untuk mencari jawabanya. Lama kelamaan, pertanyaan tanpa jawaban itu mengusik raga dan jiwa saya juga. Baru setelah 9 tahun kelulusan masa SMA, saya mencari jawabanya. Dan berikut ini adalah hasil dari pencarian atas jawaban pertanyaan saya selama ini, “Apa perbedaan antara UK, England, Great Britain, British, dan Britania Raya?”.
Great Britain itu sama dengan Britania Raya. Great Britain merupakan sebuah pulau yang terdiri dari tiga daerah semi otonom yakni England, Scotland, dan Wales. 

A map of Great Britain
 Picture 1. Great Britain in red, Ireland in grey
Source:  http://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofBritain/The-UK-Great-Britain-Whats-the-Difference/
UK atau the United Kingdom merupakan suatu negara merdeka yang terdiri dari England, Scotland, Wales, dan Irlandia Utara. Ibukota dari United Kingdom adalah London yang dikepalai oleh seorang ratu bernama Ratu Elizabeth. 

A map of the United Kingdom
 Picture 2. The United Kingdom (coloured in red) 
Source:  http://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofBritain/The-UK-Great-Britain

England adalah negara bagian dari United Kingdom yang terletak di bagian selatan pulau Britania Raya.England merupakan negara terluas di UK dan mempunyai populasi terbesar. Saking besarnya, maka terkadang England ini sering disebut untuk mewakili seluruh wilayah UK. 

 A map of England
Picture 3.England
Source:  http://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofBritain/The-UK-Great-Britain-Whats-the-Difference/
Kesimpulan singkatnya, 
The UK adalah sebuah negara berdaulat yang meliputi England, Scotland, dan Irlandia Utara.
Great Britain adalah sebuah pulau yang terletak di barat laut Eropa.
England adalah sebuah negara yang masuk dalam negara UK.

 

My Losing Weight Experience




data:image/jpeg;base64,/9j/4AAQSkZJRgABAQAAAQABAAD/2wCEAAkGBxMTEhUTEhMWFRUXFxcYGRgYFxUXFhUYGRoeGhcWGBkbHiggGB4mHxgXITEhJikrLi4uHSAzODMtNygtLisBCgoKDg0OGhAQGy0dIB0rNi0rLS0tLS0rLSstMTAtNy0rNy0tMSstLS8tLTctKy0tLS0rLS0tLS0tLS0tLS0tK//AABEIALQAtAMBIgACEQEDEQH/xAAcAAABBAMBAAAAAAAAAAAAAAAABAUGCAEDBwL/xABGEAACAQIDBAYGBgcHBAMAAAABAgMAEQQSIQUGMUEHEyJRYXEUMlKBkaEjNXOSsbIVJDNCYnLRCBdDU1SCwSU0osJjk+H/xAAaAQEAAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIDBAUG/8QAKhEBAAICAQIEBAcAAAAAAAAAAAECAxEhEjEEQVFxBRMiIxQyQmGBkaH/2gAMAwEAAhEDEQA/AOHohPAXrYcM/sN901JuiyVU2rhGY2Ac3Pd2WFWbfeCFeIa1uJTKP/K1BT30Z/Yb4Gj0Z/Yb7pq3c+9+GT1ifug/gaV7K25BiLiJwWWxZSLMoPAkdx76G1OvRX9hvumj0V/Yb7pq69FBSj0V/Yb7po9Ff2G+6auvRQUo9Ff2G+6aPRX9hvumrr0UFKPRX9hvumj0V/Yb7pq69FBSj0V/Yb7po9Ff2G+6auvRQUo9Ff2G+6aPRX9hvumrr0UFKPRX9hvumj0V/Yb7pq69FBSj0V/Yb7po9Ff2G+6auvRQUo9Ff2G+6a8vAw1KkDxBFXZrmX9oL6sX7dPwagrhasVk0UEs6KR/1bB/aH8jV3HG7K6iUifL6OTdJzFHI63OqTu9yNTo1rd/KuIdE31vg/tD+RqtXJGGBVgCDxBAII53B40HMN3n6yZsNiOsw0tiyECELKtyLpeOzEAKbC/GjamzpsPOrIAmIW5jZBaPEqPWsv7so0unBh4i4f8Abm6pKFEDSwEg9TmyywsDcNh5T6v8pt4GlGMRp4Oo9Em0C2d5I1ZWXgwYMxDDje1RpGjhutvEmLjvosgHaS/uut+K3BHyNPdQiLYcuGjkxUroZkyP2AQnZ/bNr/mLa44XUGptepSzRRRQFFFFAUUUWoCiiigKKKKAooooCiiigK5l/aC+rF+3T8rV02uZf2gvqxft0/K1BW+iiigl/RN9b4P7Q/karWiqmdGWb9KYUoAWzkgE2BOVtL8qtVgMcJVDC47wdGUjirDkRQKSKZdm9jF4mMDssIZh5vmRh8YxT2RTJs4gzYjEmwU5I1Y8CsWa7eALOfhQbt5I82Fmj/zEMY85OwPx+VOaGm+FTKyym4Qaop0LG2jsOXgPEmnKgKKKKAqP71b5YTAKDiJO03qoozO3iB3eNZ313nj2fhXncBm9WNL/ALRzwHlzNVb2ttOXEytNO5eRjqT8gO4DkKrMrVr1OpbY6cHZXXD4QRk3CyNLdlHfkCWv/uqO7v8ASntGFrM3pIJHYcdpidAFZRceVqglOu7W0kgmDupK5WUsvrx5hbrE/iXj8artr0RpZjdnepMUrBkbDzRqC8Tlc6qdQ4I0ZTrqPfS7Ze2FlYoUZHCh7NqGUkgMrDQ8NRyuO8VxbduJFgjKyB48OZVfEJdLwzMpEWvE6G4J7I51Jtk78YCDElJZiixZhHZXdfpSCwL/AMOVRbzNXZTXTq1Fa8PKGUMpDKQCCDcEcjevTuALk2A5nQVKr1STaG04YBmmljjHe7Bb+V+NQLf3pOjwq9XhCk0xvc3vHGO8kesb8q4ftbak2JlM07mSQi2ZuQ1sBpoNeVUm8Q1rimVicR0mbLQ29KVvFFdx8QK1f3p7L/1B/wDqk/pVcLmg1T5rb8PHqtZsjebCYk2w+IikPIBu18DqahP9oL6sX7dPytXCs3PgRwI0IPeDyNdP392y2L3dw0zm79ciue9kDAmr1vFmOTH0OK0UUVdkl3RN9b4P7Q/karNSx9XiEYaLNmVx3Oq5lbwJUMp77L3VWXom+t8H9ofyNVodrWtGTfSVOHiba+GtB52vMwCRqbGV8l+4WJYjxsKS4aJWmMJtkgjjIXkTJnAJ77CP51nbI+mwh/8AmYfGJv6VswS/ruJ+yw34zUDrRRRQFcf6b99jHbAwNZiM0zAkFR+6g7idSTXWsVmyMENmynKTwDW7JPvtVPNudb10nX367rGEl+Oe/a+fyqJWrD1Lj5ZEVZJHZVN1DMzBb8xc6UnNeGtl41pvoKprbXqiCmRrVrkk7q1SHWvI41bpVtkl3fozxmClwKbOEitM6MXU6XLk5lBPEjwpDvFu3Fjdn+krpiYFdWYDSXqTldW8ezpXHtnYxopUlQkMjBgRx0qcbjb8NHJLHO4EEwmbh6kjgkG/cSbVaUVv6p/0BbxvLBJhGBIgysjfwuT9H4WtceFR/pg3sefEthYnIgi7LqDpI/E5iOIGgt5059DeClg2Ti8XCmeaQt1ajn1QIHzLfCuVpIXuxOZidSeJJ438b1lknUNfDUi9+Wq1eStKzhHt6p1vbQ62428q1HhXPt3TTj2aKKzlrFGXSLVK8Vis2wHS9+rxy28nQn8b1Fa24naTLhZMPYFZJI5CeYKBgAPA5q0xzyyzRuhgorJorpcSXdE31vg/tD+RqtFtN8sd/wCKP5yKD+NVc6JvrfB/aH8jVaDbijqJL8lv71OYfhQJN4rD0djwWeP53W3zpRBYYybvMMB+Dyj/AJFaN61tBf2ZIm+Ei17ZiMalho8El/NHQj87UDtRRRQANcY6ctyzb9IQ62AEy87cpB5aA/8A5XZ6R7Xw6yQSo4urRuCDzFqiUwqHu8YhiYuvTPGWCsLkaHS+nca7Vi+jLZzk2jZDyyOQPgeNcJiizMq+0VX4m1WCi2y8az9ZLCzxuwSInqnyqbDW5LEgaWHOufPNoiJrLowxXcxaEaHRbhxMY3aUoVLRupUFcujI+nHUEGkeP6ICHUw4m637QdLMBzIINj5WFdSiEl2z5bZuxYn1bC2a/O969u4UXYhQBckmwAHEnyrm+dkie7f5OOY2rDt7Zxw+Ilga/wBG7KL8SAdD3aikcgqX44NtXaTlB2Cyi4tcRqcoOvM0u326M8Rhe3hw+IgsTmAGdLcnA499xXoxvW5cMx307p0Z4XqtmYRSLHqlY+ba3+dI8dhcOMRLKmEjZirRyNcKX43AW1tb2J4/KnfZO3cJaOGOVMwVVVdQQLdkEHhwPwpu3q2PAZI3Kdp5FzdpsrFFLLdL5SbhdSOVZ5J44TTi2kX3YwaXR0dXDRK0iEMSrOCFdSSeIDK1+OUXpNvtu3B6LM8UKLIozXAsbA68KmC8wLWHdy/pSXaaZoJABdijAD3V503nqenjjUK8MvwrBTWtwXS3gB76EbQVvtr0RM6aHjrTtEdgeYpaVvypHtI9geYq9PzQzz01W3saaKKK7HkJd0TfW+D+0P5Gqz+3/wDtpv5GqsHRN9b4P7Q/karSbTAMMt9R1bX9wJoEm9B/VJj3Jf4G/wDxWMYP1rCv/DMPiqH/ANTWzbkfWYSYcM0TfNb0llbMcC44Fr/GFqB8ooooMVEelHeEYTAyW1llBjiUXJLEamw10FzUuNaZMIjOrsil1vlYgErfjbu4Cgqhs3cvaGIP0WDmsBxZCg8DdrX91dp2TgNqwYZGxSwPLmRAcxDxrwDsQCHI42Fq6bTDvZiwiICCQXzEggZFUXZj38RpWeSu6r1tPUiySOOsSJ7KGuZG+kN9AVyAjtE8uApJicA2JV4sYDJdVtHBmC6jXNxs4OmpsL077WWPqi7FgifSEoct7A3N/nfypVsjZaIRKEVGK2AT2Sc3aPM1zYKReXZMGHYO6SbOgLohLGQSOPXfKP8ACU2GawufOlu3IEcpM0bT4crpku2Rr3LFAbtm04XIy1JTyuTrTH+h4ZZJVcFolZSELHIpdbswA4G+t+VehanGmc112NOFw2GnJtI7W1MTkh0JNwwzgOuvLhp4U7PvBCgbDY+75Mrq2QnOmuRjbXMCpHjxpvxiRiRWUsIsKWQyvdpHLKB1QJ9YarcnnltzqL73hnxSy9XJGDHHlJU2DFm0YqCAdRoa4LTOO2onbbDix5bRW86/c/43efBuy+jQyRspF2CKqlDoQy3uwtrfjS7GbyYNFYvOtrHTmRzFvhpULmYFdLh11PZb4jTXyrTgp1nBMjLdOABB18fGue1rWnmHrU+H4v0W/wB22b+7MvFh3hgESDMoUWzEMARmA4cDzPGohh9jSMOKqeSsSCfDuFSbDzu0mSQkRxDsre6rm4ke62la9pMhlQ3CoQchJsCb31+PDwqeqezTF4WKx9yf5Id3NlomJjOMQtCCSyrqT3Ejmo521p66U91sBFgVxuCJIklUCz3jCsGJyjlwr3CRMCjHKAPW9sjmvhUX32xTCDqgSqdYpKj1GYA2a3I1phy/V0zDn+IeB+3OSkzGu8eqBmig0V6D5xLuib63wf2h/I1WpxcWaN1PNWHjqCKqt0TfW+D+0P5Gq1c3qt5H36cKgJ4BmgX+KMfNaYtlsfRsARbjGp8sjL/QU9bE/wC2guP8OO48lFMezgfQ4QOKThfILKVoJUaKDRQFFFFAUi2nghIvGzA3Xz8RzBuQaW0UHPsHu/GSUaSURIwDYYlSi2Nwpa2YobGwJtb4Us3UmV4jlXKivIqcxkB0Zb8iKkm0djRTHM69rKVzKWVip/dJU3IpqwkVzIlgoEjBQD+6oCj8OFTSIjs6KX6pb76gXsuupplxYn66RYZwi5Y2sYw9z2hxuD+7T4QTZeGtRveWKRWbIrsskeS8almjkRi0bEDkcx8OyKZurp+lrx5tSwTIzSsmFmYHMwVDE+YaZi5Zxe3M/GkUG1GkwbELIsbxq6uwsI7ZSHt/CTe99bUtlwKRTt1yR4ieVUVUQDPIULEOwbRNDa97efCpHsvYsjgNiyvIiFNY0t7TEAyG/gBoNNL1jSk8TfmYZZLVPGycWZoIpSCC8aORa1iwudKZ97d1YcVE9o4xPa8cmUZlccDca2qRKKG4VpMRphWZrO4V62bG0ylJRkcEkg6HONLN4C1reFK4Lm6OOx+8SB2/5e4Um3mnE2KnxAZliZo+yrHtqxy5vNgtIJ8KJFDXYoJQoVmZhbxueetefakb3EvrsWe04oia8a9fNs2hkjP0bgRXvluLox4lOYXvHKkW+bSPg0fqz1XWAdbplY66KOPfr4VtgwyMbRRhbSgAWsWBW5ueXA6U478S22LhUAJuwNxqgIzXUt361akR1xLz/GZ8lcU4+0T5f05UaKwaK73gpd0TfW+D+0P5Gq1o/pVUuib63wf2h/I1WuAogh2NLeCP+Qe+mGJCuFxigXMU8z2FxwcSj5Gnrd0fq0R/hFJNkgDFY2M98MuuotIhXh5xtQPUMoYBhwIBHkdR+Ne6jeyMb6O7YJwzGMZosqli8J0X3r6p91OLbciX1xIni8bhfiBagcqzSXCbRhl/Zyo38rKaVWoCiiigwajO9WyIhEZBmQ9YrMVeRSQWAbgfH5VJZHCgkkADUkkAe+o/tna8UsbxREyFhYFQSg8S3C1UyTqq1N74N+x9jhzLGJ8QhQrls+YBWHEZwb6huPdTtFu57eIncdxKKP8AwVTz76aMPtuLDYkLNmRZhGiSEdjOC3YPsk5hbkamE8qqCzkKo1JNgABzJNRitusStkmYtMIPsjDBOqUaMs9mbm7qxQlr6m4/Gp0KgcmPDRtiorlTJ16hhYtGpBJt4qDbzFTtHBAINwQCCOBB4EVTDPf3TljWvZ6pPtD9lJ/I34GlFYNbslacHOJYxfl6KNNe5dfga3sWzXXVOvGnDPw/Cuw7y9H2ExQJy9TJoQ8YC9oHQso0flxqE7d3Emw8a9ZjISHlBJMEgNwL8pTYDLyrlvhnl7OH4hTtMaRlYw5Z0/Zidbkc7INAeVu+o/vFjWOEVEzdVnQnS6ZgG1zcm1111roOA3Zhke6ypOgkUTAg9XcRlrCMcDYcSdAedJ+k/Ew/oowRMn0WKXsoQbKysRoOV7ioxViLRDLxXi4yRMRHG3FmorBorreXpKuixyNq4QgFj1hsBa57Ld+lWjBnbkkQ98jf8AfE1V/on+t8H9ofyNVrjQM0eBxUShYpo3VRossZBt3Z0P8A61GsXvKYMW7SJEHaFEYJL1naR2ZDlC5uEjcqk+8W764tVVpZo8p/wpCgbwYcGFMybnSRfsJ47dzwC/3kZfwoGx9oYiaVJRH2o82VpBkRcwsbRgl2Gg9Yjyr3PhZJdZ55JDxspMSA+CqfDvNLn2ZjF4xRSH+CQqfg6/8ANInxTJfroJY7cSULKP8AclxVZCWbYoPCR/8AeEkt4XZeHvoWLFx6xtG410DSw/NSyn4UrwmPWX9gDN/ILr72NgKc4thYpyOseOFe5QZJPLMbKvwNT5Ik1HeXERjNKk6C3FWw8qfMKxNPuwdpTYmMSRTK63taTDvExPubh5Uswe7mHQhipkcfvyHO3uvovkBTsV5UhKtm+nSLj3xbBrRLCzKIrNkbW2dg3rXtpet+z989tYohIIc2bgViIA8mOld53i2e0sR6sDrVs8dwNXTUAnjY+qfA0r2ZiRLEjroGUG3snmvuOlRasT3haLTHaXHd3ei7aEuIixWPxGUpIHKXZ20NwB+6uo4VO+lRQ2ByO5RJJoUci/qNIAy+RvUxph332B6dgpsODZmAKE8nU3Xy1HGpVII47DLbQaAfK1bej3aaTYUqhuIZZIfch7A+7lri+1t/dowIcHNB1c4GTOQ2cjhdRwJ5XFda6IdhPhNnRrKpWSRmlYH1gX9W/jlAFYYcU03tvmyRfWk2oorBroYG7a+3cNhheeZEvoASLn/bxrm++fSnhVKKsRlyNm0lCNwItdb241z3avRXtUNJI0QYDOxbrFPZ4k668KhWCEWYdcHyc+ryhj5ZtKCf7ub69biysggw8Mlyc7OY0cKQHf8AelYjSxIFaukrbWz5YYosKzTSq12lK5VC2tkRRooJ1sO7W9RXa2KwZULhsPLGQdZJJs5YezkChR53podr86jSGu9FYoqUpV0WuV2rhCFLESE5Ra57DaC5Aqz52xbV4Zk842bh/JeqydE4/wCr4P7Q/karX3oEWB2rDMSscqMw9ZbgOv8AMh7S+8ClhpJtDZkM4AmhjltwzorW8rjSki7ARf2Uk0XgsjFR5K9wPhQOy1n30zjC4tPVxEcgFtJYrH3sjD8Kx+ksQhAlwt+9oXDr91grfjQPCi3Cg00rt5P8rEeXUS/0r16XPJ6kXVD2pLE+5FOvvIoHJ5AAWJAA4kkAAd5PKm39MFx+rxmYcmvkjPiHIOYfyg0R7DQkNMzTMNR1tioPIqgGUedr06igbP0dJJ+3l7J/w4wUU+DNfM3ypfh4VRQiABRoAOArZRQFFFFAGiiigKwRWaKDxLGGBVhcMCCORB41DMX0U7KcW9Gy6/uMyny41NqKCIbP6M9lxDTCq/jIS5+JNRPpx2Nh8PsxRBDHF9Og7CgaWbS/Gut1zL+0F9WL9un5WoK4E1iiigl/RN9b4P7Q/karXVUjo3x0cG0sNNM4SNHJZjwAyka+8irG/wB42yv9bF8T/SgdNobTljxEEKYZ5EkzdZKCAsIHDN33pn2xvbLFJiurw6yx4REaRuuCNmYFiFUqQbADmONbB0jbK/1sXxP9Kh0WK2SWmE21+sinmMzxCyKxNrK5AzMtgBa/Kgkk3Sdg1VHKTFZATGwQWlIyhkj1uxBZRoNTXo9JOFGX6LE9saARM5zBirRkLftDKSbaWpghl3cRkZMSgKMGX6WQ5LX7KA3yrc3sLagd1L5NubBMcERxUYXDkNFaR1Kkc7ixN+d+NBINvb64fCyBJElY9V1rFEzCKO9szg2a3kDbnTTJ0rYBSAxmU5QWDxlTHe9gwJvrblflTfjdqbAmmlmlxiu0sZjYGR8oRrZgo/dvlHCm/FnYDBwMfl6zIr3lkbMi2DL2r2LAAFuOlBNsPvrh3w8uIKyqIXVGR0IlLsFKKqcSxDLYeNNy9JeE64wMk6SK4jcFF+hZmCrnKsRqSALXptO2dgejHDekx9Wzhz9JJnLg3D5/WzCwsb6WrVgtobvROJI8TGCCh9dyCyXys3tG7MbnW9BItu77R4XFdS6OyiMMerV3frGJyRqoFiSqu3fpUoje4B5EX4W08uVc7xO2tgyMzvjFLNMs+YSSKwdFyrZhYhQL9kaanvoh23sNWVlx2qkEEzzGxF7GxNjxJsRQLsfv80OMkw7YV5VVlSNoSXeSQrnZbEAAqupF63b29IuGwMhieKWVggdurCkJcEqrZiLEhWPkKYdnY/YUagS45MQwmM4klPbEjWzMCoHGw+FKMdtbd+aQyS4mJmL5z23sWso1HMWRRbz76BTtjpTw8XXqkbO0UYcXZArsbfR6ElTdrXt315XpWhuAcLiT2btlCNlGUsDYHUWsdOFxekeC2hu9HK0oxMTMzZhnZnVDqewD6oJdjbxrymK3bUMEniQMADkkkW1ua29UmwuR3UEhxu/kcWBXHS4eVI2ZVUXiZmDC6sMrEWJ0403YTpQjYQZ8JOrYhc0S3jJezBTYXuAc1wSNQD3V5O8Owv1celxZMMCIkzNkFxluVtZiBwJ7zSGTFbtlCizQoCVN0Z0bsXygMNQBc6DvoJU+98bQpJDE8pllaGFLqvWlb3kBJssdgTc8hwptn6RViVjNg8QpjEZlKFJI4xITYtIDbgM3DgRSDF7a2BJDDA+Ji6qH9modxl0ta4sSLGsvtvYJCqMVEqiRZSiMypI6qFTOB6yqFWwOmgoJON5gZMLGuGnIxKs2fJZYVAuOtv6pPdUR/tBfVi/bp+Vqkf8AePsr/WxfP+lQDpp3uwWKwCxYbEJK/XI2VSb2Aa5+YoOF0VkiigyDWKKKAooooCsUUUGRRRRQFFFFAUUUUBQaKKAFFFFAUViigzRRRQFArFFBm9FFFB//2Q==
Picture 1. Overweight
Awalnya…
Alhamdulilah, akhirnya saya berada pada titik ini. Titik waktu yang sudah dijanjikan untuk menuliskan pengalaman sangat berharga dalam hidup para perempuan. Apakah itu? Iya, pengalaman itu bernama Losing Weight.
Tepat setelah lebaran 2015, berat badan saya mencapai jarum yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Kepala tujuh lebih setengah kilo. Hati saya menjerit. Namun, saya masih tidak mempunyai malu dan tidak mempunyai kesadaran bahwa saya itu overweight. Sampai pada suatu ketika, hal yang sangat menyakitkan menampar..
Sudah direncakan jauh-jauh hari oleh tim HRD kantor, bahwa untuk menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke 70, akan diadakan beberapa kegiatan, salah satunya adalah perlombaan-perlombaan fisik. Kemudian, Pak Arifin, officer bagian book lay outer, datang ke bagian saya, language school book department, untuk mendata siapa saja yang di ikutsertakan mengikuti perlombaan. Saya sedang sibuk bekerja, dan kemudian mendengar, “Kae, anak buahmu anyar sik lemu kae di kon melu", ucap pak Arifin kepada atasan saya.
Glek. Jariku berhenti mengetik. Merujuk ke siapakah kata “anyar” dan “sik lemu” pada kalimat di atas? Dari 8 orang di departemen saya, hanya sayalah orang baru disana.
Well, hari itu saya diberikan kesadaran bahwa ternyata saya ini termasuk golongan perempuan yang berbadan gemuk. Pantas saja, saya merasakan baju-baju sudah semakin ketat. Jalan sedikit saja sudah ngos-ngosan. Kaki sudah tidak bisa dilipat di kursi kerja. Duduk attahiyat akhir sudah tidak nyaman. Paha kanan dan kiri pernah sampai lecet karena bergesekan ketika berjalan.
“Saya harus diet”, ucap saya seketika itu juga.
Ya ampun, namun bagaimana? Saya mudah lapar. Makan sedikit ga kenyang. Mulut selalu ingin mengunyah. Jika tidak makan, kepala akan sangat pusing, dan bekerja tidak bisa maksimal.
Pertentangan batin pun kala itu dimulai.
Saya mencoba mencari-cari info jenis makanan apa yang bisa menurunkan BB dalam waktu singkat. Saya pun menghubungi Ina, seorang teman dari Kediri yang berjualan produk MLM yang terpercaya menurunkan BB. Namun, apa dikata, saya harus membayarnya dengan merogoh kantong sebesar sebulan gaji.
Tidak, saya menghapus cara yang sangat konsumtif itu. Saya yakin, saya bisa menurunkan BB. “Orang lain saja bisa, maka saya juga harus bisa”, prinsip yang saya pegang erat-erat.
Saya pun kemudian melirik diet mayo. Diet dengan mengatur asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh dengan tidak menggunakan garam sama sekali. Sebab, garam merupakan zat yang menghambat metabolisme dalam tubuh.
Makanan tanpa garam? Owh, tidak, saya tidak bisa makan-makanan hambar seperti itu.
Saya mencari lagi. Diet OCD. Diet yang mengatur pola makan dengan beberapa jam berpuasa, dan beberapa jam lagi makan sepuasnya. Arrgh, tidak, tidak mungkin. Saya pasti akan balas dendam ketika buka puasanya. Opsi OCD pun saya hapus.
Food combining pun pernah saya lirik. Cara ini adalah cara yang sangat ketat dalam mengatur pola makanan yang masuk. Sarapan hanya dengan buah, makan daging tidak boleh dicampur tempe, dalam satu kali makan harus ada unsur sayuran mentahnya, dll. Namun, saya tidak bisa dalam hal tidak sarapan nasi dipagi hari. Maka, cara ini juga saya coret.
Pencarian masih terus berlanjut. Saya terus berselancar di internet untuk membaca artikel tips dan trik untuk menurunkan berat badan. Hingga saya menyimpulkan bahwa untuk menurunkan berat badan, hal yang butuh saya lakukan adalah mengatur pola makan dan tentu saja berolahraga. Tanpa olahraga, lemak semacam dalam tubuhku ini, sangat susah dibakar jika hanya mengandalkan pengurangan jumlah porsi makan.
Oke, proses observasi dan planning untuk program diet saya sudah terdefinisikan, saatnya untuk action.
Mengatur Asupan Makan
Saya adalah gorengan-addict. Padahal, gorengan itu mengandung kalori yang sangat banyak. Satu gorengan bisa mencapai 600 Kal. Faktanya, saya bisa melahap gorengan hingga 8 biji setiap harinya. Maka, hal pertama yang saya lakukan adalah mengurangi minyak. Ingat ya, mengurangi, tidak meninggalkan. Saya tidak mau terlalu keras, dan menyiksa. Jadi, kalau biasanya 8 biji, maka itu cukup 1 atau 2 saja, atau malah 3 juga masih wajar. Hehe. Sebisa mungkin lauk untuk makan tidak digoreng, namun cukup dikukus atau direbus. Tempe, tahu, ikan asin cukup dibuat pepes. Goreng nugget dan sosis tidak pake minyak, hanya dibakar di atas teflon saja.
Selain gorengan-addict, saya juga termasuk snack-lover. Sekali duduk, saya bisa menghabiskan satu kemasan kripik tempe atau seperempat kilogram pangsit goreng. Padahal, sudah diketahui bahwa camilan adalah penyumbang lemak terbesar dalam tatanan tubuh kita. Jadi, untuk hal yang satu ini, saya harus keras. Saya memilih meninggalkan camilan kriuk-kriuk tersebut dengan buah-buahan yang saya sukai, seperti nanas, anggur, papaya, dan per.
Apakah mudah menjalani subtitusi makanan seperti itu? Tidak. Tidak mudah. Pada tahap awal, saya tersiksa. Perut saya perih setiap kali hasrat ngemil meningkat. Namun, proses pembiasaan meninggalkan cemilan kriuk-kriuk dan gorengan harus dilatih. Meski berat, harus dipaksa.
Ketiga adalah masalah nasi. Saya mengganti nasi putih dengan nasi merah. Porsinya pun saya kurangi. Biasanya satu centong setengah, maka ketika mulai diet, saya hanya mengambil maksimal empat sendok makan nasi merah. Sayurnya yang saya banyakin. Hingga dicampur nasi dan sayur, maka nasi tidak kelihatan sama sekali.
Keempat adalah minum. Saya meninggalkan minum teh, kopi, softdrink, dan minuman yang mengandung gula. Setiap hari, minimal saya harus minum 8 gelas air putih. Itu minimal. Setiap hari saya minum perasan jeruk lemon setelah bangun tidur. Saya minum campuran jahe mentah dan madu. Saya pun juga minum air rebusan kayu manis untuk menekan nafsu makan. Itu dilakukan setiap hari, tidak boleh bolong.

 Picture 2. Red rice and uncooked vegetable

 Picture 3. Red rice, steam fish, tempe bacem, and trancam

 Picture 4. red rice, steam fish, pepes tahu

 
Picture 4. Fried tempe without ingredients and oil


 Picture 5. Oat and low-fat chocolate milk

Mengatur Waktu Makan
Mengatur asupan makan saja ternyata tidak cukup, sebab makan di waktu-waktu tidak tepat pun juga sangat sensitive untuk menaikkan timbangan berat badan. Saya menghindari makan malam. Sebelum jam 6 maghrib, makanan berat saya stop masuk kedalam tubuh.
Sehabis makan, tidak langsung mandi, karena hal itu akan memperlambat pencernaan makanan dan juga metabolismenya. Habis olahraga, tidak makan kecuali buah. Sebelum makan, minum segelas air putih. Jangan minum kebanyakan ketika habis makan besar. Makan buah tidak setelah makan besar, namun sebaliknya, yakni sebelumnya.
Bangun tidur, langsung minum perasaan jeruk lemon/nipis plus dua gelas air putih agar kotoran-kotoran dalam tubuh keluar.
Meluangkan Waktu untuk Cardio

https://encrypted-tbn3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS5N1xwZdKAAPmE77OMHxu_xw6dNz7Nm7mG2UvXWwv21iF-3-43
 Picture 6. Cardio with T25
Teman saya, bernama Nurul, pernah berkata dalam celotehanya di facebook, “Diet ga akan berhasil tanpa cardio”.
Iya memang benar. Saya setuju dengan pendapat Nurul. Untuk tipe orang yang susah menurunkan berat badan, maka cardio is a must.
Setiap hari, tanpa absen, saya rutin melakukan senam. Senam yang saya pilih adalah T-25. Dengan durasi yang hanya 25 menit, namun bisa menghasilkan keringat yang cukup banyak.
Jam berapa saya biasa melakukanya? Karena kesibukan kerja di kantor, maka biasanya saya senam sepulang kerja, yakni jam 8an malam. Jika pulang terlalu larut, maka saya menggantinya sebelum solat subuh.
Bahkan saya pernah melakukan senam hingga dua kali sehari jika saya menghadiri banyak kondangan di akhir pekan. Jika banyak melakukan makan-makanan yang dilarang, maka saya harus menghukum diri saya sendiri dengan cara melakukan cardio lebih lama dan banyak.
Hasilnya
Well, alhamdulilah, atas pertolonganNya dan ijinNya, berat badan saya di bulan Februari 2016 menunjukkan angka 55Kg. (Manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang..haha). Meskipun sudah 55, tidak berarti saya berhenti diet, namun setelahnya tetap harus dijaga agar stay in shape.
Kesimpulan
Menurut saya, hal yang terpenting dalam melakukan sesuatu adalah kuatnya niat. Kalau niat kita benar-benar kuat, maka rasa malas dan kesulitan apapun akan bisa dikalahkan. It’s often called as internal motivation.
Jika niat dalam diri belum begitu kuat, maka bisa dicari dengan mencari motivasi dari luar, external motivation. Bisa dengan cara mengatakan pada orang banyak bahwa kita akan berdiet, maka jika dalam kurun waktu tertentu tidak ada perubahan sama sekali dalam tubuh kita, secara otomatis kita akan menanggung malu. Bisa juga dengan jatuh cinta. Haha, carilah orang yang disukai. Pretend as if he/she doesn’t like with your fatty body. Trust me, it worked! Haha. Atau dengan cara lain. Just go find it.
Setelah niat adalah goal oriented. Apapun yang terjadi, godaan apapun yang menghampiri, iming-imingan apapun yang  ditawarkan, tetap teguhlah pada misimu, getting slimmer and healthy body. Godaan itu pasti ada, dan godaan itu biasanya bersifat sangat kuat. Maka, kamu harus kuat juga melawanya ya! Hihihi.
Ketiga adalah strategi diet. Satu strategi diet cocok di si A, belum tentu cocok buat kamu. Kenali dirimu dan jenis lemakmu, kemudian lakukanlah research kecil-kecilan untuk menemukan strategi diet yang sesuai dengan dirimu.
Dan yang terakhir adalah awali dietmu dengan doa because pray is the most powerful weapon to start anything. We are powerless. We are weak. We cannot reach our goal without His blessing and His help.
Selamat berdiet untuk hidup lebih sehat.