Tampilkan postingan dengan label Percakapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Percakapan. Tampilkan semua postingan

Doa untuk Kalian Hari Ini

 


Invisible: Apa rencanamu hari ini?

 

Me: Aku ingin mendoakan mereka. 

 

Invisible: Siapa?

 

Me: Orang-orang yang berada di circle-ku. 

 

Invisible: Doa apa?

 

Me: Aku akan meminta kepada Allah untuk meletakkan cahaya di hati mereka.

 

Invisible: Apa yang terjadi ketika hatinya ada cahaya?

 

Me: Ketika ada cahaya, maka hati mereka akan lapang dan luas. 

 

Invisible: Apa yang terjadi ketika hatinya lapang dan luas?

 

Me: Hatinya akan kembali ke negeri yang abadi, dan memisahkan dari dunia yang penuh tipuan, mempersiapkan diri dengan cara berbekal untuk menghadapi kematian, sebelum kematian itu datang.

My Heart Is Full

Kak : Ada cerita apa hari ini, Tam?

Aku : I think my heart is full.

Kak : Why?

Aku : Banyak orang yang ngasih sesuatu ke aku.

Kak : Siapa aja?

Aku : Pagi-pagi sekali di kantor, namanya Bu Eka ngasih aku semacam kroket. Agak siang dikit ada yang ngasih kurma sukari dan kerupuk kesukaanku. Malamnya, ada sahahat nawarin mau belikan aku sepatu. 

Kak : Wow. Happy to know that.

Aku : Padahal sebelumnya, aku ngrasa tidak ada orang yang menyukaiku. 

Kak : Barakallah ya Tam.


Marugame

 


Kakak  : Foto di mana itu Tam?

Aku      : Marugame.

Kakak  : Wow. Tumben kamu makan di tempat begituan.

Aku      : In mission Kak.

Kakak  : Maksudnya?

Aku      : Itu foto semacam pembuktian gitu Kak.

Kakak  : Pembuktian apa?

Aku      : Bahwa aku punya pergaulan.

Kakak  : Dan baik-baik saja meskipun still single?

Aku      : That’s it.

Kakak  : Kamu emang kelihatan puas banget di foto itu.

Aku      : Hahaha. Tengkyu.

Lelaki yang Menyukai Paras Cantik, Mungkin Saja Bukan Jodohku

 

Source: Pinterest

Kakak  : Gimana Tam soal perjodohan kemarin?

Aku      : Seperti dugaan awal sih Kak, ga lanjut.

Kakak  : Hahaha …. Kamu sedih ga?

Aku      : Ga sama sekali.

Kakak  : Wow, kok bisa?

Aku      : Lah kan udah sering. Urat kesedihanku udah putus.

Kakak  : Daebak. Eh, kok kamu udah bisa menduga dia bakal ga lanjut?

Aku      : Dia itu polisi Kak. You know, mereka biasanya suka perempuan cantik.

Kakak  : True sih.

Aku      : Siapa aku kan.

Kakak  : Trus, klo tau gitu, napa kamu mau dikenalin?

Aku      : Semata-mata ingin menghabiskan jatah gagalku.

I'm Getting Through Something

 

Source: Pinterest

Kakak    : Are you OK?

Aku        : Yes Kak, alhamdulilah ala kulihal. 

Kakak    : Ada yang perlu diceritakan?

Aku        : Hmm, yup. I'm getting through something sebenernya Kak.

Kakak    : May I know what's that?

Aku        : Can't tell particularly sih Kak. Cuman aku berharap, apapun akhir dari semua ini, semoga hatiku ridho dengan ketentuanNya. Tidak semakin menjauh, melainkan semakin dekat dengan Allah. Tidak membenci ketentuanNya, melainkan tambah cinta kepadaNya.  

Kakak    : You need my help?

Aku        : Doakan aku.

Dua and Disappointment

 


Kakak  : Apa pendapatmu tentang orang-orang yang kecewa dalam berdoa?

 

Aku      : Give me example first. A case might be.

 

Kakak  : Banyak mungkin orang yang sudah berdoa lama ingin menikah, tapi ga juga nikah-nikah. Malah gagal-gagal terus. Segala macam ritual dan usaha rasanya sudah dilakukan. Hingga sudah mentok dan tidak tahu gimana harus berusaha lagi. Rasa-rasanya tahajud, puasa, dan sedekah sudah tidak manjur lagi untuk melicinkan doa agar dikabulkan. Orang yang sudah menikah dan tidak dikaruniai anak juga begitu. 

 

Aku      : I feel them, Kak. Been there too. 

 

Kakak  : Oh ya? Then how did you cope the condition?

 

Aku      : Kita seharusnya back to basic. I mean, mesti lebih mendalam lagi memaknai apa itu doa. You know, kita akan hamba ya. Hamba itu kedudukannya di bawah banget kan. Allah itu Raja. Maha Tinggi dan Maha Besar. Derajat kita tidak sama pasti denganNya kan. Kalau kita lagi di restoran, order ini, minta itu sama pelayan, bisa lah langsung dikabulkan dan disajikan di atas meja dan di depan kita. Dan, doa itu tidak sama dengan saat kita order food in the restaurant with the waiters kan? No No No. Doa is not that thing. 

 

Kakak  : Tapi kan ada juga di ayat Al Quran yang mengatakan “Berdoalah padaku, maka aku akan kabulkan”. 

 

Aku      : Betul. Pasti akan dikabulkan. Tapi pengabulannya, timingnya kita tidak bisa control Kak. It’s totally His Right. Masalahnya kadang tu kita putus asa duluan. Sabarnya agak kurang. Putus asa dan berhenti berusaha adalah datang dari syeitan kan? 

 

Kakak  : Oke Oke. Hmmm, kamu punya landasan?

 

Aku      : Nabi Musa Kak. Di dalam surat Al Qasas ayat 24. Disana ia berdoa kek gini, “Ya Rabb, sungguh aku membutuhkan kebaikan yang banyak dari sisiMu”. Padahal you know Kak, kondisi saat ia berdoa itu? Dia lagi di bawah pohon di tengah gurun pasir di kota Madyan. Dia baru saja meninggalkan kota Mesir dengan tidak membawa apapun. Dia sungguh fakir. Tidak punya tempat tinggal dan tidak punya makanan. Lantas, apakah dia minta rumah dan makanan? Nope. Tapi, dia meminta kebaikan yang banyak. Why? Karena dia desperate tidak punya apa-apa dan had no ideas gimana caranya beramal kalau dia lagi ga punya apa-apa gitu. See? Adab berdoa itu Kak. 

 

Kakak  : Lalu, apakah dikabulkan?

 

Aku      : Iya. Lalu kan ada dua gadis yang menggembala kambing itu lho Kak, trus dibantulah itu kambing-kambing bisa makan. 

 

Kakak  : Nah tapi kan doa Nabi Musa dikabulkannya cepet?

 

Aku      : Menurutku bukan itu Kak. Pointnya bukan itu. Pointnya disini adalah bahwa kita mesti grateful dengan apapun kondisi yang sedang kita alami di atas doa-doa kita yang belum terjawab itu. Itu adalah adab dalam berdoa. Jangan marah dulu sama Allah. Perhatikanlah sekeliling bekas-bekas pemberian Allah sama kita tanpa kita minta duluan. Kesehatan. Free nafas. Kemampuan membaca Al Qur’an. Kendaraan yang dipunya. Quota yang terus ada. 

 

Kakak  : Konklusinya apa sih Tam jadinya?

 

Aku      : Grateful over disappointment.