Tidak Pernah Menang



Aku sedang fokus menyibukkan diri. Berusaha untuk tidak berfikir macam-macam dan memilih untuk menggunakan waktu dengan sesuatu yang positif. Dan, mengikuti lomba menulis dan foto adalah kegiatan logis yang bisa untuk dilakukan.

Aku pun mengikutinya. Asal ikut. Just do it. Aku pulang kerja malam untuk bisa fokus mengerjakan itu tulisan. Aku kesulitan dan sering mentok ingin menyerah. Tapi, tidak. Aku sedang belajar untuk gigih.

Aku tidak punya mentor. Jadi tidak ada yang membimbingku. Aku tidak tahu mana yang baik dan mana yang buruk.

Bisa ditebak sebenarnya bagaimana tulisanku. Tentu jauh dari bermutu. Hasilnya pun sudah bisa diprediksi. Bukanlah aku pemenangnya.

30 Agustus 2019 adalah hari diumumkannya pemenang. Alhamdulilah. Bukan aku pemenangnya.

Aku meratapi nasibku. Tak pernah sekali pun dalam hidupku aku menang dalam sebuah perlombaan yang menggunakan intelektualitas.

Ruang Hati

Aku merasakan ada semacam ruang-ruang di dalam hati. Namun, ada satu ruang inti di dalamnya. Dan yang kurasakan saat ini adalah ruang inti itu kosong dan sepi. Apakah kosong itu enak? Tentu tidak. Tidak sama sekali.

Menulis

Menulis adalah soal keberanian. (Andrea Hirata)

Hampa


Lomba Gobak Sodor 17an di kantor


Makan siang ditraktir sama teman kerja.

Hari itu aku banyak kegiatan. Aku bertemu banyak orang. Aku berbincang dengan banyak orang pula. Namun, aku merasa hatiku kosong dan hampa. Adakah yang bersama sama? Kalau iya, ayo kita sama-sama mencari jawaban dan solusinya.

Mundur

Aku akhirnya memilih untuk mundur. Aku bukanlah orang yang bisa dan nyaman untuk mengejar sesuatu yang sudah pasti. Seperti kamu yang entah apakah jodohku apa bukan. Ketika aku berusaha mendekat, dan kamu seperti menjauh, ya sudah aku pun akan menjauh.

Be Who You Are

I am happy teaching you because you are always being yourself.

Mengungkapkan Perasaan

Aku ingin menjadi orang pandai dalam mengungkapkan perasaanku.